alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Tipu Petani Kopi, Tengkulak Dibekuk

02 April 2021, 19: 08: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Tipu Petani Kopi, Tengkulak Dibekuk

Share this      

JOMBANG – Suhariyanto, 39, tengkulak kopi asal Dusun Mangirejo, Desa/Kecamatan Wonosalam dibekuk unit reskrim Polsek Wonosalam (24/3). Menyusul ulahnya menipu petani kopi hingga puluhan juta.

”Pelaku kita amankan di rumahnya tanpa perlawanan, setelah mendapatkan laporan dari korbannya. Kini statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” terang AKP Kamdani, Kapolsek Wonosalam.

Kamdani menjelaskan, kasus ini bermula pada 7 Desember 2019 lalu. Saat itu, Santoso, 63, seorang petani kopi asal Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam bertemu dengan Suhariyanto di warung di Desa Jarak. ”Keduanya awalnya mengobrol, hingga akhirnya saling tahu jika korban petani kopi dan tersangka tengkulak. Tersangka juga menyebut mau membeli kopi milik korban seharga Rp 22 ribu perkilogramnya,” lanjutnya.

Baca juga: Anggaran Vaksinasi Sebagian Dibebankan Desa

Keduanya pun sepakat dan beberapa hari setelah bertemu dengan korban, Suhariyanto langsung mendatangi rumah Santoso dan mengambil stok kopi. Suhariyanto, kemudian menimbang kopi yang ada di rumah Santoso dan membawanya ke gudang miliknya dengan truk yang ia bawa. ”Hari itu, ada 100 karung kopi dengan berat total 2,4 ton lebih kopi. Uang yang harus dibayar tersangka senilai Rp 52 juta lebih, dan dijanjikan akan dibayar 15 hari kemudian,” lontar Kamdani.

Tiga pekan berlalu, janji Suhariyanto pun tak kunjung dipenuhinya. Santoso kemudian pergi ke rumah Suhariyanto untuk menagih uang pembelian biji kopi yang dijanjikan. ”Namun, pada saat ditagih, tersangka ini selalu menghindar dan terus memberikan janji-janji,” tambahnya.

Puncaknya pada 28 Desember 2019, Santoso kembali mendatangi rumah Suhariyanto untuk menagih pembayaran kopi. Namun, Suhariyanto sudah tidak ada di rumah. Bahkan, nomor teleponnya juga tidak bisa dihubungi.  ”Kesal merasa ditipu itu, korban kemudian lapor pada (24/3) lalu dan kami lidik dan langsung mengamankan pelakunya,” ucap Kamdani.

Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita sebuah bon tulisan tangan rekap yang dibuat Suhariyanto untuk berat kopi yang ia bawa dan 10 karung bekas yang sempat digunakan untuk mengangkut kopi. Sementara kopinya sudah habis dijual pelaku. ”Jadi pelaku kini kita jerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP