alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Tangkap Dua Pengedar Pil Koplo di Utara Brantas

01 April 2021, 08: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Tangkap Dua Pengedar Pil Koplo di Utara Brantas

Share this      

JOMBANG – Dua pengedar pil koplo diringkus petugas di eks lokalisasi Dusun Klubuk, Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh. Dari penangkapan ini, polisi menyita hampir seribu butir pil koplo jenis dobel L.

Keduanya, Moch Jauhari Mubarok, 28, dan Ali Prawiro, 27. ”Keduanya sudah kita amankan berikut barang bukti. Masih kita dalami pemeriksaan,” terang Kapolsek Kabuh Rudi Darmawan, kemarin.

Rudi mengatakan, penangkapan dua pelaku ini dari hasil pengembangan pengungkapan kasus sebelumnya. ”Jadi mereka berdua ini sebenarnya sudah lama jadi TO, sampai akhrinya kemarin berhasil kami bekuk di rumahnya masing-masing,” terang Rudi.

Baca juga: Nasabah Jombang Memenangkan Undian Britama

Rudi menyebut, awalnya mengamankan seorang saksi yang kedapatan membawa pil dobel L. Setelah diinterogasi, saksi mengaku membelinya dari seorang pengedar di wilayah Klubuk, Desa Sukodadi.

Polisi langsung bergerak menuju rumah Moch Jauhari Mubarok, 28, warga Dusun Klubuk Timur. Yakin dengan buruannya itu, sekitar pukul 20.00, polisi melakukan penyergapan. Kedatangan polisi yang tiba-tiba menjadikan pelaku tak bisa berkutik.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 140 butir pil dobel L,  dua bungkus plastik klip dan uang tunai senilai Rp 1,2 juta yang diduga hasil penjualan berikut handphone milik tersangka.

Setelah dicecar pertanyaan petugas, dia mengaku telah menjual ratusan butir pil koplo kepada Ali Prawiro, 27, yang juga tinggal di Dusun Klubuk. Petugas pun mengeler Jauhari Mubarok menuju rumah Ali Prawiro.

Setelah memperlajari gerak-gerik sasaran, sekitar pukul 23.20 petugas berhasil menyergap Ali Prawiro di rumahnya. Dari tangan Ali, polisi berhasil menemukan sebanyak 833 pil koplo jenis dobel L yang masih disimpan di plastik besar.

Selain itu, polisi juga menyita dua bungkus rokok. Masing-masing rokok berisi 10 plastik klip. ”Totalnya 953 butir, ada juga uang senilai Rp 3,6 juta hasil penjualan pil dan handphone milik pelaku yang kami amankan,” rinci Rudi.

Dari hasil pemeriksaan keduanya, polisi menyebut Jauhari adalah seorang bandar yang sudah lebih dari setahun beroperasi di wilayah Kabuh. Ia, juga disebutnya memiliki jaringan kuat peredaran pil koplo di kabupaten tetangga. ”Jadi wilayah kita ini kan di perbatasan Jombang -Lamongan, jadi selain dijual ke Jombang, pil-pil ini biasanya juga disuplai ke Lamongan,” tambahnya.

Jauhari, juga disebut Rudi mengaku mendapatkan pasokan pil koplo dari bandar lain yang kini masih dalam pengejaran polisi. ”Yang jelas jaringannya di Jombang dia, tapi jaringan besar. Masih kita lidik (penyelidikan, Red) ini untuk pengembangan,” tambahnya.

Atas perbuatannya, keduanya kini harus meringkuk di tahanan. Keduanya dijerat pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP