alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh
Sri Retno Ponconingtyas

Vitamin dan Sarapan itu Penting

01 April 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Sri Retno Ponconingtyas di depan rumahnya

Sri Retno Ponconingtyas di depan rumahnya

Share this      

JOMBANG - Konsumsi vitamin menjadi hal yang sangat penting bagi Sri Retno Ponconingtyas, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang. Kesibukannya yang padat, ditambah aktivitasnya di rumah, membuat ia wajib minum vitamin dan sarapan setiap hari.

”Vitamin itu wajib. Kadang saya buat sendiri dengan jus buah tanpa gula. Tapi kalau sedang tidak ada waktu, biasanya minum suplemen buatan pabrik,” ucapnya. Selain rajin konsumsi suplemen, untuk menjaga kesehatannya, ia tak pernah melewatkan sarapan pagi bersama keluarga.

Menurutnya, sarapan adalah hal penting. Karena daya tahan tubuh selama sehari dimulai dari asupan sarapan. Tak heran kalau setiap hari, ia selalu memasak untuk anak dan suaminya. Masak untuk sarapan. Sehingga menu yang dipilih sederhana dan simpel. ”Kalau makan siang sudah ada yang bantu, biasanya beli, kadang juga masak,” jelasnya.  

Baca juga: Proyek Gedung PT BPR Bank Jombang Dimulai

Di lemari pendingin, Retno menyiapkan telur dan daging ayam yang sudah dibumbu ukep. Jika diperlukan sewaktu-waktu, siap goreng. Ayam goreng itu kemudian disandingkan dengan aneka sambal. ”Tinggal bikin sambal saja, kadang sambal kecap atau sambal apa, yang simpel-simpel aja, tidak terlalu ribet,” tambah ibu tiga anak yang suka jus jambu dan buah alpukat ini.  

Retno sendiri memiliki tiga putri, anak pertama dan kedua masing-masing sudah berumah tangga. Dari dua anaknya yang sudah berkeluarga, ia mendapat dua cucu. Hanya tinggal si bungsu yang masih tinggal bersamanya di Desa Pulolor, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Karena itulah ia lebih mudah membagi waktunya. Justru kini ia fokus di pekerjaannya sebagai ASN.

Meski kesibukannya setiap hari tak lepas dari dukungan suami, yang memiliki latar belakang sama, sebagai ASN. ”Dulu saya guru, kemudian di Dinas Pendidikan sebagai kepala bidang, sekarang di DPPKB-PPPA sebagai sekretaris, kalau tanpa dukungan suami, tidak akan pernah sampai dititik ini. Alhamdulillah,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP