alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Mengaku Advokat, Gelapkan Motor

26 Maret 2021, 08: 45: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Mengaku Advokat, Gelapkan Motor

Share this      

JOMBANG – Seorang penipu berkedok advokat berhasil menggasak sebuah sepeda motor milik warga Desa Gondangmanis dan membawanya lari, Minggu (21/3). Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Jombang kota.

“Modusnya berpura-pura sebagai pengacara dan orang yang ahli hukum, tapi tahu-tahu malah membawa lari sepeda motor saya,” terang Lilik Puspitawati, 48. Kejadian itu berawal sekitar 10 hari lalu, saat sepeda motor Honda PCX bernopol S 2037 OAS tengah dipinjamkannya kepada anak sahabatnya bernama Mochammad Tabrani.

“Dia ini teman anak saya, memang sengaja saya pinjamkan ke dia untuk mencari kerja di Jombang, orang tuanya di Malang, saya sudah kenal lama,” terangnya.

Baca juga: SMAN 1 Jombang Konsisten Cetak Prestasi

Di Jombang, Tabrani beberapa bulan terakhir indekost di Jl Empu Gandring Jombang. Di kost itu pula, ia berkenalan dengan seorang pria yang mengaku bernama Cristofer Welong, 41. “Panggilannya itu pak Cris, dia mengaku tinggal di Sangatta Kalimantan Timur,” lanjutnya.

Dari perkenalan itu, Cris mengaku punya banyak jaringan pejabat hingga penegak hukum. Ia, juga mengaku seorang advokat yang seringkali memenangkan kasus di pengadilan. “Nah, saat itulah anak saya dan anak teman saya ini mulai dekat dengan dia, karena dijanjikan mau diberikan pekerjaan,” imbuh Lilik.

Pekerjaan yang ditawarkan, kedua anak ini mau membantu bertugas sebagai advokat, dengan mengirim surat dan dokumen ke polisi dan kejaksaan untuk kasus yang sedang ia tangani. “Saya sendiri juga sempat ngobrol sama dia, memang omongannya meyakinkan. Apalagi karena mau mencarikan pekerjaan anak saya yang masih belum bekerja, saya mau saja,” lontarnya.

Tiga orang ini pun makin dekat. Cristofer bahkan sempat mengajak anak Lilik dan temannya untuk kopi darat dan meyakinkan jika pekerjaan yang akan diberikan bergaji lumayan. “Dijanjikan kerja gaji Rp 3,5 juta setiap bulan,” tambah dia.

Namun, janji ini berbuntut kosong dan justru berakhir menyedihkan. Berawal saat Cristofer menjanjikan akan mempertemukan dengan bosnya yang akan segera datang di Jombang. Dengan alasan itu pada Minggu (21/3) pagi buta, ia meminjam sepeda motor kepada Tabrani.

“Jam 04.00 subuh itu dia masuk kamar teman anak saya, tiba-tiba mau meminjam motor dan membawa STNK, katanya mau menjemput bosnya di Stasiun Jombang,” imbuhnya. Namun, hingga Lilik datang ke kos teman anaknya Minggu siang, sepeda motor tersebut tak juga kembali.

Sadar jadi korban penipuan, Lilik kemudian melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Jombang kota Senin siang (22/3). Pihaknya berharap polisi mampu mengejar dan menangkap orang yang membawa sepeda motor miliknya. “Semoga tertangkap, saya siap memberi imbalan bagi siapapun yang mengetahui keberadaan Cristofer,” ucapnya sembari menunjukkan foto pelaku.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Jombang Kota AKP Wilono membenarkan adanya pelaporan penipuan itu. Kendati demikian, pihaknya belum bisa berstatemen banyak lantaran masih dalam proses penyelidikan. “Intinya kita masih lidik, kalau sudah ada informasi lebih lanjut akan kami kabari,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP