alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Nekat Berenang, Pemuda Terseret Sungai Gunting

25 Maret 2021, 08: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BERJIBAKU: Hingga sore kemarin pencarian pemuda yang terseret arus sungai belum berhasil.

BERJIBAKU: Hingga sore kemarin pencarian pemuda yang terseret arus sungai belum berhasil.

Share this      

JOMBANG – Muhammad Jainal Maulana Abidin, 17, pemuda asal Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang terseret arus Sungai Gunting, kemarin (24/3). Ini setelah ia nekat berenang di sungai yang sedang deras airnya di desanya sendiri.

“Kejadiannya sekira pukul 14.30, warga melapor, proses pencarian sedang dilakukan,” terang Kapolsek Mojoagung Kompol Purwo Admojo Rumantyo. Kejadian ini bermula saat Jainal bersama teman-temannya sedang bermain dan membuat alat musik tak jauh dari tanggul Sungai Gunting.

Hingga beberapa saat kemudian, Jainal dan temannya Ahmad Bayu Siswanto, 24, memilih naik ke tanggul Sungai Gunting. “Katanya mereka ini kepanasan dan awalnya cuma ingin mencari angin saja,” lanjutnya.

Baca juga: Dialog Warung Pojok Cegah Stunting Sejak Dini Menjadi Komitmen Pemkab

Namun, tujuannya berubah, Jainal memilih untuk menyegarkan diri dengan berenang di sungai. Bayu yang mendengar ide korban, awalnya melarang menceburkan diri, lantaran kondisi arus Sungai Gunting tengah besar. “Ya, temannya ini sudah melarang, tapi korban nekat, dan menceburkan diri berenang sampai ke tengah, terus balik lagi naik ke tanggul,” lanjutnya.

Merasa belum puas, Jainal bermaksud untuk menceburkan diri ke dua kalinya, dengan maksud mengulang sebagaimana aksi pertama. Namun, ia tak sadar itu adalah aksi terakhirnya. “Korban sempat berenang ke tengah, balik ke pinggir dan berpegangan pada bronjong, tanggul sungai. Beberapa saat kemudian korban hilang, diduga terseret arus dan tenggelam,” tambah Purwo.

Mengetahui itu, Bayu, teman korban pun segera berteriak dan meminta tolong kepada warga yang lain. Hingga pukul 15.00, sejumlah Tim SAR dari BPBD Jombang datang ke lokasi dan berupaya melakukan penyisiran.

“Tadi tim dengan perahu karet mencari di radius 50-100 meter dari lokasi awal korban tenggelam, di lokasi itu banyak pusaran air, dugaan awal korban di sana, sehingga fokusnya di titik pusaran itu,” imbuhnya.

Namun hingga pukul 17.00, Jainal belum juga muncul ke permukaan. Operasi pun dihentikan lantaran kondisi gelap dan tidak memungkinkan. “Pencarian dilanjutkan Kamis besok (baca; hari ini) karena kondisi gelap,” pungkas Purwo.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP