alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Korban Masuk RS, Dua Pelaku Ditahan

Kasus Pengeroyokan Karyawan Warung

23 Maret 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Korban Masuk RS, Dua Pelaku Ditahan

Share this      

JOMBANG – IP, 24, karyawan salah satu warung di Mojoagung yang menjadi korban tindak pengeroyokan pengunjung Minggu (21/3) harus menjalani perawatan di rumah sakit. Menyusul kondisinya kesehatannya memburuk.

”Untuk mbak IP, karyawan saya sudah sejak Minggu (21/3) kemarin dibawa ke rumah sakit. Kondisinya memburuk, sehingga kami memutuskan untuk dia bisa dapat perawatan,” terang Berliyana Pratama, pemilik warung tempat IP bekerja.

Usai kejadian penganiayaan Minggu (21/3) itu, korban mengeluhkan sakit pada perut juga pusing-pusing, terus muntah-muntah. Sementara luka pada bagian bibirnya akibat terkena pukulan AH juga masih terasa sakit. ”Masih cenut-cenut katanya kalau yang di bibir. Kalau kondisi dia memang sempat tertekan, tidak mau makan dan tidak bisa tidur, itu juga mungkin yang buat dia drop,” lanjutnya.

Baca juga: Data Tower di Dinas Tak Jelas

Dia menambahkan, hingga kemarin kondisi karyawannya masih tergolek lemas di ruang HCU Paviliun Yudistira RSUD Jombang. ”Kami cuma berharap ada keadilan buat kami. Kami kan korban, ya korban kekerasan juga korban pengerusakan warung. Dan kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kompol Purwo Admojo Rumantyo Kapolsek Mojoagung, membenarkan jika kondisi kesehatan korban memburuk, sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. ”Laporan yang kami terima seperti itu. Korban sekarang dirawat di RSUD Jombang,” ucapnya.

Meski sempat dilepaskan dan hanya dikenai wajib lapor, Purwo menyebut terhitung sejak Senin (22/3), AH dan SD kini sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka. ”Benar, jadi sudah tersangka, pasutri ini juga sudah ditahan di Mapolsek Mojoagung sebelum nanti dilimpahkan ke Polres Jombang,” lanjutnya.

Purwo, menyebut pertimbangannya akhirnya menahan pasutri ini dikarenakan kondisi korban terus memburuk. Selain itu, pihaknya juga menyebut penahanan dilakukan agar ada efek jera kepada pelaku dan kejadian yang sama tak akan berulang. ”Untuk pasal yang dikenakan yakni pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, karena kan perbuatannya sudah lebih dari satu orang ya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, nasib nahas dialami IP, 24. Karyawan salah satu warung kopi di sekitaran Terminal Mojoagung menjadi sasaran tindak penganiayaan lantaran menegur pengunjung yang ingin pesta miras di warungnya.

Akibat tak terima ditegur, kedua pelaku  AH, 25, dan SD, 25, yang diketahui berasal dari Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno seketika emosi dan mengobrak-abrik perkakas warung. ”Gelas dilempar, meja-meja itu dibalik, sound system warung juga dibanting, rusak,” tambahnya.

Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga nekat melayangkan pukulan ke arah korban mengenai bibirnya. Sehingga menjadikan korban terluka. Sebelum pergi, pelaku juga mengancam pemilik warung agar menutup warungnya.

Terpisah, AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang membenarkan jika kedua pelaku pengeroyokan kepada IP itu telah ditangkap. ”Keduanya sudah ditangkap, namun sampai kemarin statusnya masih sebagai terlapor,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang (21/3).

Selain  hasil visum korban yang belum keluar, Teguh menyebut kemungkinan kasus ini tidak akan dilanjutkan ke proses sidang. Hal ini lantaran kategori penganiayaan yang dilakukan keduanya adalah penganiayaan ringan. Serta keduanya mengaku siap untuk didamaikan dengan korban. ”Jadi, karena penganiayaan ringan, mereka (dua pelaku,Red) ini kita kenakan wajib lapor, kita juga upayakan pendamaian dan masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan, sebagai bentuk restorativejustice,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP