alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Pinca BRI Kanca Jombang Luthfi Riza Hartawan

Berangkat dari Bawah, Langsung Jawara

21 Maret 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

HOBI BACA: Pinca BRI Kanca Jombang Luthfi Riza Hartawan hobi membaca koran.

HOBI BACA: Pinca BRI Kanca Jombang Luthfi Riza Hartawan hobi membaca koran. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Nama Luthfi Riza Hartawan cukup dikenal belakangan ini. Laki-laki yang kini dipercaya menjadi nahkoda Pinca BRI Kanca Jombang dikenal tegas dan visioner dalam mengembangkan perusahaan yang dipimpinnya. Luthfi Riza Hartawan menjadi seorang pinca mulai dari nol sebagai pegawai kontrak pengantar *warkat kliring*. Namun berkat kegigihan dan keuletannya dalam bekerja, bapak satu anak ini berhasil menjadi Pinca di usia 38 tahun. 

Luthfi Riza Hartawan merupakan anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Imam Sufii dan Isa Yuniarti. Dia lahir di Surabaya, tepatnya 26 Februari 1979. Meski lahir di Kota Pahlawan, namun ia tak mengawali pendidikan dasarnya di Surabaya, melainkan di Sumatra. ”Sebab saya ikut pindah bersama orang tua yang bertugas disana,’’ ujar Luthfi sapaan akrabnya. 

Ya, ayah Luthfi adalah seorang pegawai PTPN. Pada tahun 1985 dia dan keluarga boyongan ke Sumatra. Karena tinggal disana, Luthfi pun mengawali pendidikan dasar sejak SD  hingga SMP yang ada dilingkup PTPN 7. Baru saat SMA, ia kembali pindah ke Surabaya. ”Akhinya saya kembali ke Surabaya, dan saya meneruskan di SMAN 1 Surabaya lulus tahun 1997,’’ sambungnya. 

Baca juga: Apresiasi Mewarna Bikin Anak Ceria

Usai lulus SMA, Luthfi kemudian melanjutkan kuliah (S1) di UPN Veteran Surabaya jurusan Teknik Industri. Luthfi tergolong anak yang cerdas, karena selalu berprestasi dan mendapat beasiswa saat kuliah sehingga berhasil lulus tepat waktu tahun 2002 dengan hasil yang memuaskan. Begitu lulus dari SMA, Luthfi kemudian bekerja di Pabrik Kedawung yang bergerak dalam bidang industri rumah tangga. Seperti pembuatan kardus, keramik dan lain-lain. ”Saya menjadi PPIC yang bertugas mempersiapkan proses manufaktur dan mengelola stok persediaan bahan baku hingga akhirnya diproduksi menjadi barang jadi.

Luthfi termasuk pribadi yang suka membaca koran. Dan berkat hobinya membaca koran dapat mengantarkannya menjadi seorang pegawai bank BRI. Ceritanya, pada 2002 Luthfi melihat lowongan pekerjaan yang ada di koran Jawa Pos. ”Mata saya tertuju pada kolom lowongan. Disitu, ada pengumuman BRI cabang Surabaya Kusuma Bangsa membutuhkan petugas kontrak,’’ jelas dia.

Tak mau melewatkan kesempatan yang ada, Luthfi pun langsung bergegas melamar posisi itu. Pucuk dicinta ulampun tiba, Luthfi berhasil diterima di bank miliki BUMN tersebut. ”Akhirnya saya bekerja di cabang Surabaya Kusuma Bangsa mulai Maret 2003,’’ tutur suami *Rosa Wirandani Lenggu* ini. 

Meski bekerja sebagai pegawai kontrak yang bertugas mengantar warkat kliring ke Bank Indonesia, Luthfi tetap bersyukur. Meski begitu, Luthfi sering membantu teman sekantornya. Ia pun belajar banyak ketika membantu teman dibidang lain. Tak lama kemudian, ia mendapat informasi lowongan kerja pegawai BRI tetap di BRI Surabaya Kaliasin yang berada di Jl Basuki Rahmad.  ”Setelah mendaftar saya pun lolos. Dan saya sangat bersyukur ditempatkan di BRI Unit Mejoyo*, karena jarak dengan rumah orang tua saya hanya 1 kilometer an,’’ terang ayah dari Keisha Aisyah Arishanti* ini.

Di BRI Sby Kaliasin, Luthfi ditempatkan menjadi customer service (CS). Meski ditempatkan melayani nasabah, namun Luthfi bekerja dengan gigih. Ia bahkan sering membantu rekan rekannya setelah selesai kerja. 

Hingga akhirnya pada 2008, Luthfi mengikuti tes pimpinan cabang yang diadakan BRI Kanwil Surabaya. Iapun mengikuti proses seleksi yang panjang dan sulit. Dari 450 peserta, ada 25 orang yang lolos tahap selanjutnya termasuk dirinya. ”Kemudian saya mengikuti pendidikan di Jakarta dan Secapa Polri di Sukabumi, selama kurang lebih 1 tahun,’’ jelas dia.

Luthfi pun berhasil lulus dan ditugaskan menjadi staf BRI yang ada di kantor pusat Jakarta. Ia mulai bertugas sejak 2009 hingga 2011 pada bagian Divisi Jaringan Kerja. Seiring berjalannya waktu, Luthfi dipercaya menjadi marketing di BRI Purwakarta*, kemudian sempat pindah ke Cabang BRI Tangerang. ”Setelah itu, saya mengikuti seleksi manager dan alhamdulillah lolos menjadi manager di BRI Tangerang selama enam bulan,’’ papar dia.

Tak lama kemudian, ia dipercaya menjadi pimpinan cabang pembantu di KCP Taman Aries Jakarta Barat sebelum akhirnya Rotasi di KCP Pesanggrahan Kebun Jeruk Jakarta. ”Setahun berikutnya, saya mendapat promosi Kacab di Maluku Utara, tepartnya di kota Soasio Pulau Tidore,’’ papar dia.

Kinerja Luthfi dalam mengembangkan perusahaan cukup bagus. Ia berhasil menjadi peringkat 1 dua tahun berturut turut sejak menjadi Kacab BRI kota Soasio hingga Kacab BRI Kota Sangatta yang ada di Kaltim. ”Saya bertugas di Sangata selama 14 bulan sebelum di pindah ke Jombang tahun lalu,’’ tandasnya. 

Luthfi sejak muda memiliki hobi yang cukup memacu adrenalin. Ia menyukai hobi olahraga dan otomotif yang berkaitan dengan balap motor dan mobil. Bahkan sejak SMP hingga kuliah ia sering mengikuti event balap mobil baik tingkat lokal hingga nasional. ”Tapi setelah masuk di BRI saya sudah meninggalkan hobi saya,’’ pungkasnya. 

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP