alexametrics
Minggu, 20 Jun 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Empat Pengedar dan Dua Bandar Sabu Diciduk

20 Maret 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Enam orang berhasil ditangkap polisi karena mengedarkan sabu di Jombang

Enam orang berhasil ditangkap polisi karena mengedarkan sabu di Jombang

Share this      

JOMBANG – Jajaran Satreskoba Polres Jombang kembali membongkar jaringan peredaran sabu di Jombang. Enam orang berhasil ditangkap polisi di sejumlah lokasi berbeda, sepanjang Senin-Selasa (15-16/3).

“Jadi jaringan ini sudah kita intai beberapa bulan sebelumnya, enam ini dua sebagai bandar, sementara empat orang bertugas mengedarkan,” terang AKP Moch Mukid Kasatreskoba Polres Jombang.

Penangkapan pertama, M Zidny Mubarok alias Zezen, 42, warga Desa Brudu, Kecamatan Sumobito di rumahnya sendiri Senin malam (15/3). Dalam penggeledahan, polisi menemukan dua plastik klip berisi sabu seberat 0,48 dan 0,27 gram.

Baca juga: Kurikulum Disederhanakan, Guru Mengajar Dua Kali

“Dari penangkapan pertama itu kita menyisir jaringan yang lain, termasuk yang ikut mengedarkan bersama Zezen,” lanjutnya. Hasilnya, beberapa jam kemudian polisi berhasil menggerebek tiga tersangka lain di dua tempat berbeda. Di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, dua pengedar kembali dibekuk. Yakni, I Putu Arya Bayu Prayudha, 22, warga Desa Johowinong dan Awang Hermanto, 20, pemilik rumah.

Dalam penangkapan ke dua ini polisi mengamankan barangbukti lebih besar, enam plastik klip berisi sabu dengan berat masing-masing 0,25 gram,  0,28 gram, 0,32 gram, 0,25 gram, 0,27 gram dan 0,26 gram. “Totalnya ada 1,63 gram, ada juga pipet berisi sabu seberat 2,14 gram, timbangan elektrik, seperangkat alat hisap dan uang Rp 1,287 juta yang diduga hasil penjualan,” tambahnya.

Selain itu, polisi juga menangkap seorang wanita cantik Widya Narista Saputri alias putri, 23 warga Sidoarjo. Wanita penjaga counter handphone ini, ditangkap bersama dua teman lelakinya. “Saat digerebek kita temukan barang bukti plastik berisi sabu seberat 0,3 gram di saku. Dia juga mengakui sebagai salah satu pengedar sabu jaringan ini,” lontar Mukid.

Dari keempatnya, polisi akhirnya berhasil membekuk dua pemuda lain di Desa Mojotrisno. Keduanya Fizal Fanda Syaifulloh alias Kucing, 23, warga Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung dan M Alvi Roziqi, 21, warga Trowulan Mojokerto. “Dua bandar ini ditangkap di pinggir jalan saat berada di Desa Mojotrisno, jadi mereka bisa kita pancing keluar kandang,” tambahnya.

Dari tangan kedua bandar, sebuah tas pinggang yang didalamnya ada lima paket sabu seberat 10,06 gram, 2,14 gram, 1,14 gram, 1,14 gram dan 1,14gram berhasil diamankan. “Totalnya ada 15,62 gram, juga uang hasil penjualan senilai Rp 1,5 juta,” rinci dia.

Mereka kemudian  digelandang ke Mapolres Jombang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepada polisi, seluruhnya mengaku nekat menjual sabu lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Mereka telah aktif berjejaring selama lima bulan terakhir. “Mereka menerima pasokan sabu dari Mojokerto, dapat ranjauan di sekitar By Pass Mojokerto,” bebernya.

Akibat perbuatannya, mereka kini dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (2) jo dan atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UURI No.35 th 2009 tentang Narkotika yang ancaman hukumannya mencapai 20 tahun penjara. “Kami juga masih kejar bandar besar yang memasok barang kepada mereka,” pungkas dia.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP