alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Mengenal Miopia Tinggi dan Kelainan Syaraf yang Menyertai

07 Maret 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Oleh: dr. Merry Giovedi Eclipsia Yuniar, Sp.M

Oleh: dr. Merry Giovedi Eclipsia Yuniar, Sp.M

Share this      

JOMBANG - Miopia atau rabun jauh adalah gangguan penglihatan dalam jarak yang jauh. Gangguan ini membuat penderitanya mengalami penglihatan buram atau tidak jelas ketika melihat jauh. Contohnya, tidak jelas dalam melihat lampu lalu lintas. Namun, tidak bermasalah dalam melihat jarak dekat seperti membaca buku.

Penyebab rabun jauh adalah bola mata yang menjadi terlalu panjang atau kornea mata yang terlalu melengkung. Kedua hal tersebut menyebabkan sinar yang masuk ke dalam mata tidak dapat fokus secara benar. Gambaran yang masuk ke dalam mata akhirnya jatuh di daerah depan retina sehingga penglihatan menjadi kabur.

Derajat  beratnya  miopia  dibagi  menjadi  miopia ringan (dimana ukuran refraksinya lebih kecil dari 3 dioptri), miopia  sedang (ukuran refraksi antara 3-6  dioptri), dan miopia  berat  atau tinggi (ukuran refraksi lebih besar dari 6 dioptri). Miopia tinggi adalah salah satu penyebab kebutaan pada usia di bawah 40 tahun. Gejala utama yang sering dialami penderita miopia tinggi adalah kabur bila melihat jauh, membaca atau melihat benda kecil harus dari jarak dekat, menyipitkan mata untuk melihat jauh serta mudah lelah saat membaca.

Baca juga: Sekolah Perempuan, Beri Pelatihan dan Edukasi

Pada umumnya, miopia kebanyakan disebabkan faktor keturunan. Misalnya, orang tua menderita minus, maka risiko minus akan menurun ke anak mereka. Sehingga untuk mengetahui ada tidaknya miopia ini, harus dilakukan pemeriksaan ke dokter mata sejak dini. Orang tua harus memperhatikan mata anak dengan memeriksakan secara berkala.

Perawatan awal miopia pada anak dapat membantu penglihatan terbaik anak, sehingga kejadian mata amblyopia dapat dicegah. Oleh karena itu, harus melakukan pemeriksaan mata anak secara teratur. Pemeriksaan pertama harus dilakukan selama tahun pertama kehidupan. Selanjutnya harus 3,5 tahun. Yang ketiga pada usia lima tahun. Setelah usia lima tahun, pemeriksaan kesehatan rutin dan tahunan untuk pencegahan lebih awal.

Miopia pada anak-anak dapat meningkat dengan cepat saat tubuh dan mata mereka tumbuh. Pertumbuhan mata bisa meregangkan kornea dan retina lebih cepat. Namun, anak-anak dengan miopia biasanya mencapai penglihatan yang stabil di usia remaja.

Penderita dengan minus diatas 6 dioptri memiliki resiko 3-4 kali lebih besar untuk terjadi komplikasi pada mata. Sehingga, jika merasakan keluhan pada mata seperti kabur, mudah lelah, atau penglihatan terganggu harus segera diperiksakan. Menunda pemeriksaan mata sangat tidak disarankan, sebab dapat menyebabkan kelainan pada syaraf mata.

Miopia tinggi juga dapat menyebabkan penipisan pada syaraf mata (retina) yang tentu sangat berbahaya pada kesehatan mata. Peningkatan panjang sumbu bola mata pada miopia tinggi menyebabkan adanya peregangan dan penipisan retina secara mekanik.

Mata miopia memiliki ketebalan retina bagian perifer (tepi) lebih tipis dibandingkan dengan mata non-miopia. Semakin tinggi derajat mopia maka ketebalan retina perifer akan semakin menurun. Keadaan tersebut dapat menyebabkan terjadinya degenerasi lattice pada retina bagian tepi.

Kelainan degenerasi lattice pada syaraf mata ini sangat berisiko karena dapat menyebabkan lepasnya syaraf mata atau dalam dunia kedokteran disebut ablasio retina. Apabila telah terjadi komplikasi tersebut perlu dilakukan tindakan operasi yang hanya bisa dilakukan di beberapa kota besar seperti Surabaya dan Malang.

Adapun untuk mengurangi resiko terjadinya ablasio retina pada mata myopia tinggi yang telah terjadi kelainan degenerasi lattice dapat dilakukan tindakan preventif berupa argon laser, yang kini ada di Klinik Mata EDS Mojoagung dan alat ini hanya ada satu satunya di kota Jombang.

Klinik Mata EDC Mojoagung terletak di Jl Raya Veteran No.435 Miagan, Mojoagung, Jombang dapat melakukan pemeriksaan mata dengan pelayanan ramah dan didukung dengan dokter mata profesional di bidangnya. Klinik Mata EDC Mojoagung menjadi rujukan dan kepercayaan masyarakat Kabupaten Jombang.

Scan barcode dibawah ini untuk mendapatkan voucher periksa mata gratis 200 orang pendaftar pertama di Klinik mata EDC Mojoagung. (*)

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP