alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Nur Kamalia Kepala DPPKB-PPPA Jombang

Ahli Gizi juga Tokoh Penggerak Perempuan

07 Maret 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Nur Kamalia Kepala DPPKB-PPPA Jombang

Nur Kamalia Kepala DPPKB-PPPA Jombang (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

NUR Kamalia namanya. Perempuan kelahiran Garut, 1 Januari 1965 ini cukup dikenal. Sebagai salah satu kepala dinas perempuan, ia punya kebiasaan positif memotivasi sekolah perempuan di Jombang.

Ia lahir dari pasangan alm R Muhtar dan Siti hidayah, asli Garut Jawa Barat. Semasa kecil, Nur Kamalia banyak menghabiskan waktu di kota asal kelahirannya. Baik pendidikan dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga SMA. ”Sejak kecil ya di Garut, tepatnya di Kecamatan Pameungpeuk,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (6/3).

Usai lulus SMA, ia mengikuti program pendidikan dari Kementerian Kesehatan di Bandung. Ada sejumlah tahapan dan tes yang ia ikuti. ”Mengikuti pendidikan D1 gizi seperti program ikatan dinas yang diadakan Kemenkes,’’ kenang dia.

Baca juga: Dua Hari Divaksin, Guru Meninggal Dunia

Setelah lulus, Nur Kamalia langsung ditugaskan menjadi staf di Dinas Kesehatan 1986. Sebagai perempuan mandiri, ia merasa masih kurang mendalami ilmu tentang gizi. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Akademi Gizi Malang lulus 1994. ”Sejak 1986 saya sudah jadi pegawai di Dinkes sebagai staf di seksi gizi,’’ tambahnya.

Waktu terus berjalan, kemampuan managerial yang ditunjukkannya semakin terlihat. Ia dipercaya menjadi Kasubsi Gizi Dinkes Jombang 1990. Beberapa tahun kemudian, dipercaya menjadi Kasi Gizi, hingga menjadi Kabid Peningkatan Sumberdaya Kesehatan (PSDK). ”Saya di Dinkes cukup lama. Mulai 1986 hingga 2016,’’ papar dia.

Seiring dengan perjalanan karirnya, ia kemudian menuntaskan pendidikan sarjana di Universitas Airlangga Surabaya Fakultas Kesehatan Masyarakat lulus 2002. Tak hanya itu, program pascasarjana di Universitas Wijaya Putra jurusan Administrasi Negara juga mampu diselesaikan. ”Saya juga menuntaskan S2 di Unair Surabaya program studi Kebijakan Publik,’’ bebernya.

Karirnya semakin terasah. Pada 2017. ia dipercaya menjadi Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas PPPA. Setelah lolos asesmen 2008, ia mendapat amanah sebagai Kepala Dinas PPPA Jombang. ”Kemudian 2019 ada perampingan OPD, Badan KB dan PPPA digabung. Alhamdulillah sampai sekarang masih di DPPKB-PPPA,’’ pungkas Nur.

Meski demikian, hingga sekarang, dirinya masih dipercaya menjadi Ketua Persatuan Ahli Gizi Cabang Jombang. Sederet prestasi pernah ia raih selama mengabdi di Pemkab Jombang. Diantaranya mengantarkan Jombang sebagai Kabupaten ASI 2012. Penghargaan tingkat provinsi maupun nasional 2013 dari  pembentukan taman pemulihan gizi di desa-desa. Terakhir, penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat Nindiya 2019.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP