alexametrics
Selasa, 22 Jun 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Dua Hari Divaksin, Guru Meninggal Dunia

07 Maret 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Rumah Guru yang Meninggal Dunia

Rumah Guru yang Meninggal Dunia

Share this      

JOMBANG – Dua hari setelah menjalani vaksinasi, seorang guru SD Kartika Sulistiowarni, meninggal dunia, Jumat siang (5/3). Namun hingga sekarang, belum diketahui penyebab pasti meninggalnya guru tersebut.

 “Jadi ini tinggal di Dusun Mojolegi, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, meninggal hari Jumat,” terang G, salah seorang warga Mojoagung. Informasi meninggalnya sang guru jadi pembahasan hangat di sejumlah grup pesan singkat dan media sosial.

Terlebih, dua hari sebelumnya ia menerima vaksin Covid-19 dari pemerintah. “Setelah menjalani vaksinasi bersama, beberapa hari setelahnya meninggal, jadi warga khawatir,” lanjutnya.

Baca juga: Jalan Proko Sudah Tersambung

Kepala Desa Dukuhmojo Nurani Rubaidi, membenarkan adanya seorang guru yang tinggal di Dusun Mojolegi dan dilaporkan meninggal dunia. “Memang tinggal di Mojolegi, namun sebenarnya warga Blitar, dia mengontrak rumah, dan sedang membangun rumah di Desa Betek,” ucapnya.

Ia mengaku tak tahu detil perihal kondisi korban yang meninggal dunia. Rubaidi memastikan jika Kartika memang seorang guru yang mengajar di Kecamatan Wonosalam. “Tapi saya tidak tahu apakah dia habis disuntik vaksin atau tidak. Jenazahnya juga sudah dimakamkan di Blitar, jadi langsung dibawa,” tegasnya.

Dikonfirmasi hal ini, Agus Purnomo Kepala Dinas P dan K Jombang tak menampik adanya salah satu guru SDN yang meninggal dunia itu. “Benar, jadi yang bersangkutan memang ASN yang mengajar di SDN Sumberejo 3 Wonosalam,” terangnya.

Agus juga tak menampik perihal kabar vaksinasi bersama di Kecamatan Wonosalam. Ia ikut terjadwal mengikuti vaksinasi bersama sejumlah guru di Wilker Pendidikan Kecamatan Wonosalam. “Sebenarnya dijadwal Rabu (3/3) vaksin, tapi kemudian maju di hari Selasa (2/3), karena Rabu-Jumat kita ada agenda deseminasi,” lanjutnya.

Usai mengikuti vaksinasi, tak ada laporan keluhan apapun dari Kartika. Bahkan hingga Kamis, ia masih mengikuti pelatihan yang digelar Dinas P dan K Jombang. “Namun jumat pagi, beliau mengeluh tidak enak badan, sempat dibawa ke PKU Muhammadiyah Mojoagung, dan hendak dirujuk ke RSUD namun meninggal siang hari,” tambahnya.

Kendati demikian, Agus tak mengetahui pasti penyebab kematian Kartika. Terlebih dia belum tahu rekam medis terakhir dari PKU Muhammadiyah Mojoagung. “Untuk kondisi klinis terakhir yang tahu pihak rumah sakit,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Jombang drg Subandriyah mengaku belum mendapat laporan perihal adanya guru yang meninggal dunia di hari ketiga setelah vaksinasi Covid-19. “Yang jelas sampai hari ini belum ada laporan ke kita untuk kasus itu, kan diagnose juga tidak di saya,” katanya.

Pihaknya menyebut, sebelum divaksin calon penerima harus sudah dicek lengkap kesehatannya. Calon penerima vaksin telah diminta untuk menulis seluruh penyakit yang sedang diderita. “Maksudnya skrining pra vaksinasi sudah ketat, teman-teman sudah tahu. Semoga saja bukan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi), semoga penyakit lain,” lanjutnya.

Tim dari Dinkes juga sudah turun melakukan pemantauan jika memang ditemukan indikasi adanya KIPI pada kasus itu. “Teman-teman harusnya juga sudah turun, cuma mungkin belum dilaporkan ke saya,” pungkas I’a panggilan akrabnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP