alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kelabui Petugas dengan Label Vitamin

Modus Operandi Pasutri Bandar Narkoba

23 Februari 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kelabui Petugas dengan Label Vitamin

Share this      

JOMBANG – Eko Faris Handryanto, 25, dan Valupi Widiawati, 22,  pasangan suami istri yang kompak menjadi bandar narkoba masih menjalani proses penyidikan di Mapolres Jombang. Meski mengaku baru dua bulan menjalankan bisnis narkoba, aksi keduanya terbilang licin. Untuk mengelabui petugas, mereka membungkus paket pengiriman narkoba dengan label vitamin.

”Jadi ini cara mereka untuk mengelabui petugas dengan membungkus narkoba dengan label vitamin. Jadi seolah-olah mereka menjual vitamin padahal isinya pil koplo,” terang Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Moch Mukid, kemarin.

Mukid menerangkan, selain barang bukti sabu-sabu, saat penggeledahan di rumah pelaku, pihaknya menemukan empat kardus yang terbungkus karung glangsing masing-masing di dalamnya terdapat 32 botol plastik warna putih sehingga jumlahnya mencapai 128 botol.

Adapun masing-masing botol berisi berisi 1.000 butir pil. Sehingga keseluruhan pil komplo yang kita amankan mencapai 128 ribu butir pil. ”Jadi pil itu harusnya lima dus, tapi satu dus sudah dibongkar, sudah disebar ke Mojokerto,” lontarnya.

Tak hanya licin, keduanya mengaku terkoneksi dengan jaringan bandar yang menghuni lapas di Sidoarjo. ”Jadi keduanya ini perannya sebagai kuda istilahnya, mereka ini digerakkan orang lain dari dalam lapas Sidoarjo, sudah dua bulan belakangan,” imbuh Mukid.

Sebagai kuda lanjut Mukid, tugas mereka adalah mengatur jaringan distribusi narkoba yang dipimpin sang bandar besar. Dengan hubungan melalui komunikasi dengan nomor rahasia, keduanya akan rutin menerima pasokan sabu dan pil koplo.

Tak hanya menerima, sebagai pengatur distribusi, mereka juga bertanggung jawab atas penyebarannya. ”Barang-barang ini mereka terima dari paket gelap, tugas mereka kemudian ada membaginya kepada orang-orang yang sudah ditentukan bandar besar, satuannya juga sudah jelas,” lanjutnya.

Setelah menerima koordinat masing-masing lokasi pengiriman, pasutri ini disebut Mukid menggunakan jaringannya untuk mengirim paket dengan sistem ranjau. ”Jadi mereka ini jaringannya sudah levelnya provinsi bahkan nasional, di Jawa Timur, mereka salah satu pengatur distribusinya ini,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, satresnarkoba Polres Jombang berhasil mengbongkar jaringan peredaran narkoba melibatkan satu keluarga di Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung. Keempatnya pelaku, Joko Hariyanto, 46, warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Anik Wijayati, 40, Valupi Widiawati, 22, dan Eko Faris Handryanto alias Domber, 25, ketiganya warga Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung. ”Keempat pelaku ini masih satu keluarga. ”JH dan AW ini perannya sebagai bandar, sementara  VW dan EF ini merupakan pasutri, perannya sebagai pengedar. Total barang bukti yang kita amankan mencapai sekitar Rp 1 miliar,” terang Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Moch Mukid, kemarin (19/2).

Dari tangan pasangan Valupi Widiawati, 22, dan Eko Faris Handryanto, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu dengan berat kotor mencapai 408,93 gram, juga 128.000 butir pil koplo jenis “Y” termasuk barang bukti lain. Jika dinominalkan, keseluruhan barang bukti ditaksir nilainya mencapai Rp 1 Miliar. 

Atas perbuatannuya, Valupi dan Eko harus meringkuk di tahanan. Polisi menjerat pasangan suami istri ini dengan pasal berlapis, Pasal 114 ayat (2)  Subsidair Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) UURI Nomor 35 tahun 2009 juga Pasal 196 UURI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. ”Ancaman hukuman 20 tahun penjara,” singkat Mukid.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP