alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Muncul Rembesan, Kerusakan Tanggul Konto Terus Meluas

Warga Waswas Ancaman Tanggul Jebol

23 Februari 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

RAWAN JEBOL: Kondisi salah satu titik tanggul sungai Konto Longsor di Desa Kayen, Bandarkedungmulyo. Sejumlah warga kerja bakti memperkuat tanggul dengan tumpukan karung tanah kemarin (22/2).

RAWAN JEBOL: Kondisi salah satu titik tanggul sungai Konto Longsor di Desa Kayen, Bandarkedungmulyo. Sejumlah warga kerja bakti memperkuat tanggul dengan tumpukan karung tanah kemarin (22/2). (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Kondisi tanggul Sungai Konto di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo kian mengkhawatirkan. Selain kerusakan tanggul terus meluas, di sejumlah titiknya bahkan mulai muncul rembesan ke arah permukiman. Warga waswas ancaman tanggul jebol.

Pantauan Jawa Pos Radar Jombang di lokasi, sedikitnya terdapat dua titik longsoran baru. Titik kerusakan pertama, terdapat di sisi selatan Jembatan Kayen. Terlihat di salah satu titiknya kondisi tanggul mengalami abrasi dengan panjang mencapai sekitar 7 meter dengan kedalaman gerusan mencapai sekitar 2 meter.

Selain itu, di titik kedua, kerusakan tanggul lebih parah. Tepatnya masuk wilayah Dusun Tegalsari, Desa Kayen sisi timur. Kondisi tanggul di titik ini mengalami longsor hingga mencapai sekitar 30 meter panjangnya. Lokasinya pun cukup berdekatan dengan titik kerusakan tanggul sebelumnya yang hingga kini juga belum tertangani.

Janji, salah satu warga mengatakan, munculnya dua titik longsoran baru diperkirakan terjadi Minggu (21/2) malam. Sekitar pukul 22.00. Warga dusun Tegalrejo menambahkan, sebelum terjadi longsor susulan, debit air Sungai Konto Minggu (21/2) sore tinggi.

Sejumlah warga yang tengah memantau sungai dari jembatan, tiba-tiba mendengar suara keras dari titik tanggul longsor. Setelah dicek ternyata kondisi tanggul sudah longsor. “Tadi malam itu tanggulnya tergerus sangat dalam, sampai sangat tipis,” lanjutnya.

Selain titik kerusakan tanggul terus meluas, warga semakin waswas setelah mengetahui ada rembesan air dari aliran sungai Konto yang masuk ke saluran samping dan jalan Dusun Tanggalrejo. Mengetahui itu, warga pun mulai melakukan penguatan tanggul di sisi timur tanggul yang tergerus untuk meminimalisir kerusakan. “Ya mulai tadi malam dibuat tanggul di belakang tanggul lama,  akhirnya Senin (22/2) pukul 03.00 itu air sudah mulai surut, rembesan sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Hingga Senin siang, sejumlah warga masih terlihat sibuk menata karung dan menebalkan tanggul yang telah rontok. Hingga pukul 10.30, proses perguatan tanggul sementara ini selesai. Kendati gerusan di bawah tanggul masih belum tertangani. “Jadi ini tadi memang cuma penguatan samping saja, supaya tidak makin tipis tanggulnya, karena air kan merembes kemarin, warga juga khawatir, sehingga dibuatlah ini untuk sementara,” terang Hasanudin, Kepala Desa Kayen.

Hasanudin mengaku waswas ancaman tanggul jebol. Saat ini sedikitnya ada empat titik tanggul di Sungai Konto di wilayahnya yang longsor. Dua titik longsor pertama, berada di sisi utara Jembatan Kayen dengan lebar gerusan mencapai sekitar 120 meter dan 20 meter. “Tapi yang paling mengkhawatirkan memang yang di Tegalrejo ini, karena sampai membuat air merembes ke samping tanggul, dan ketinggian airnya lebih tinggi dari perkampungan,” pungkasnya.

Sebelumnya, kondisi tanggul Sungai Konto di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo makin kritis. Itu setelah keberadaan tanggul di Desa Kayen mengalami longsor parah hingga mencapai sekitar 100 meter lebih panjangnya. Jika tidak segera dilakukan perbaikan, dikhawatirkan kerusakan tanggul semakin meluas dan mengancam akses jalan nasional Surabaya – Madiun.

Pantauan di lokasi Rabu (17/2) kemarin, kondisi tanggul sudah kritis menyusul terjadinya longsor. Lokasinya hanya berjarak sekitar 50 meter di sisi barat jembatan Kayen yang merupakan akses jalan nasional. Warga pun waswas ancaman tanggul jebol, terlebih kondisinya sudah sangat kritis. “Kalau kejadiannya pastinya  saya sendiri kurang tahu, antara Minggu (14/2) malam atau Senin (15/2) dini hari,” terang Hasanudin, Kepala Desa Kayen.

Ia menyebut, awalnya kerusakan tanggul ini hanya berupa longsoran kecil dengan panjang  sekitar 2 meter. Lokasinya berhimpitan dengan sayap jembatan Kayen. ”Kalau gerusan kecil ini munculnya sudah tiga minggu sebelumnya,” lanjutnya. Hingga Minggu (14/2) malam, debit air sungai kontro naik drastis. Diduga karena tak kuat menahan terjangan arus, hingga permukaan longsor.

Sementara itu, munculnya sejumlah titik tanggul longsor di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo segera ditindaklanjuti dinas. Selain mengecek lokasi, petugas juga melakukan pengukuran volume kerusakan.

 “Jadi dari pantauan kami kan ada setidaknya tiga sampai empat titik ya, di hulu jembatan ada dua, di hilir jembatan juga ada, bahkan jauh lebih besar kerusakannya,” terang Imam Bustomi, Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Jombang, usai pengukuran di lokasi kerusakan tanggul Konto Desa Kayen Senin (22/2) siang.

Terkait penanganan tanggul di Desa Kayen, pihaknya menyebut hanya akan berfokus pada penanganan kerusakan di Dusun Tegalsari. Di titik ini, penanganan akan dilakukan dengan tanggul darurat berbentuk gedeg guling. “Kalau di lokasi ini kita akan lakukan bersama Pemdes, jadi untuk tenaga dari warga, material juga dari sini, kita akan bantu untuk alat beratnya nanti,” imbuhnya.

Sedangkan untuk kerusakan selebar 120 meter di hilir Jembatan Kayen, pihaknya menyebut hal itu akan jadi tanggung jawab dari BBWS Brantas. “Untuk yang hilir jembatan, yang 120 meter itu informasinya sudah masuk ke penanganan pascabencana BBWS Brantas, sudah kita bicarakan kemarin,” lontar Bustomi.

Ia juga menyebut, dari pantauan awal itu, pihaknya menyimpulkan kerusakan tanggul Sungai Konto memang diakibatkan gerusan banjir. Ia menambahkan debit Sungai Konto memang diprediksi masih akan terus tinggi selama puncak musim hujan belum selesai. “Dan hampir di seluruh aliran Konto sebenarnya sama, nyaris seluruhnya muncul kerusakan dan tanggul kritis,” lanjutnya. Hal ini, karena hampir seluruh tanggul Sungai Konto Kediri lebih banyak terbuat dari susunan tanah pasir.

Ditambah bentuk sungai yang banyak memiliki kelokan atau meander dan tanpa penahan tanggul permanen, kerusakan bisa terjadi kapan saja. “Karena itu, kalau dilihat kerusakan memang lebih banyak terjadi pada tikungan-tikungan ini, karena gerusan air,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP