alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Borong Medali Emas dan Perunggu pada Kejurprov Muaythai di Banyuwangi

23 Februari 2021, 08: 45: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

ASAH PUKULAN: Salah satu atlet muaythai saat berlatih kemampuan pukulan.

ASAH PUKULAN: Salah satu atlet muaythai saat berlatih kemampuan pukulan.

Share this      

JOMBANG – Tiga atlet yang mengikuti kejurprov muaythai di Banyuwangi pulang dengan hasil memuaskan. Dua di antaranya berhasil meraih pulang medali emas dan perunggu.

”Saya tidak memasang target, hanya meminta untuk tampil yang terbaik saja, dan alhamdulillah hasilnya memuaskan,” ungkap Suryanto, Ketua Muaythai Indonesia (MI) Jombang.

Di hari pertama, Nurul Ayu Zakia yang turun di kategori 63,5 kilogram putri dan Arga Irfandani yang turun di kelas 60 kilogram putra tampil maksimal. Keduanya berhasil lolos ke babak semifinal dan dilanjutkan ke babak final yang dilakukan di hari kedua sekaligus hari terakhir, Minggu (21/2).  ”Minggu pagi semifinal, dan sorenya babak final,” tambahnya.

Hasilnya memuaskan, Nurul mendapatkan medali emas, dan Arga mendapatkan medali perunggu. Meskipun sudah mendapatkan prestasi yang bagus di tingkat Jatim, Suryanto tetap meminta semua atletnya untuk terus meningkatkan kualitas bertanding. ”Termasuk speed dan power-nya,” imbuhnya.

Ia meminta agar petarungnya tak cepat puas dengan prestasi yang ia raih. Sehingga semangat untuk meningkatkan kualitas terus berkobar. ”Harus semangat latihan terus, karena ini masih belum apa-apa,” tambahnya.

Dia pun mengapreasiasi semangat atletnya mengikuti kejuaraan. Terlebih selama ini mereka totalitas saat latihan. Jika jadwal normal, atlet muaythai latihan tiga kali seminggu pada Senin, Rabu dan Sabtu. ”Kemarin sebelum kejurprov, latihan kita tambah seminggu full,” bebernya.

Sebetulnya, dalam kegiatan itu juga ada eksebisi atlet muaythai usia dini. Hanya saja, atlet muaythai usia dini dari Jombang tak ada yang ikut. Karena kondisi Covid-19 yang masih belum stabil membuat Suryanto tak ingin ambil risiko.

”Kalau anak-anak suka-suka sifatnya, mau ikut ya monggo, kalau tidak ya tidak masalah, tapi kita putuskan anak-anak tidak jadi ikut, karena Covid-19 masih seperti ini, jadi biar ikut kegiatan kapan-kapan saja, lain waktu,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP