alexametrics
Sabtu, 06 Mar 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Sebut Tak Ada Pemadaman PJU

PPKM Dievaluasi, Diperpanjang Dua Minggu

23 Februari 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Budi Winarno, Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang

Budi Winarno, Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang

Share this      

JOMBANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Jombang resmi diperpanjang hingga dua minggu ke depan (8/3). Meski begitu, ada beberapa kebijakan yang diubah. 

Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Budi Winarno menyampaikan, berdasarkan hasil rapat evaluasi, PPKM berbasis mikro di Jombang resmi diperpanjang hingga 8 Maret. Hal ini sesuai SE Mendagri No 4/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19. ”Jadi mulai besok (hari ini) sampai 8 Maret,’’ ujarnya.

Dengan begini, penerapan PPKM genap satu bulan sejak diterapkan (9/2) lalu. Namun demikian, Budi menyebut ada beberapa kebijakan yang dievaluasi. Pertama terkait pemadaman PJU dijalur protocol, kini sudah tidak ada. ”Artinya, jika sebelumnya dilakukan pemadaman PJU, kini tidak lagi,’’ tambahnya.

Kebijakan lain adalah soal pembatasan jam operasional. Jika sebelumnya dibatasi maksimal pukul 20.00, kini dilonggarkan satu jam. ”Sesuai SE Mendagri, kini maksimal pukul 21.00,’’ papar dia.

Untuk ketentuan lain diberlakukan sama. Seperti membatasi tempat kerja dengan menerapkan work from home (WFH) dan work from office (WFO) 50 persen, melaksanakan kegiatan belajar secara daring, pembatasan di restoran/tempat makan, pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan sampai dengan pukul 21.00 hingga pembatasan kegiatan tempat ibadah dengan kapasitas 50 persen dengan penerapan prokes lebih ketat tetap diberlakukan. ”Untuk ketentuan lain tetap seperti semula,’’ jelas dia.

Disinggung mengenai jumlah desa/wilayah yang diterapkan PPKM mikro, Budi menyebut kini seluruh desa yang ada kasus positif. ”Untuk saat ini seluruhnya kita terapkan PPKM Mikro, khusunya RT/RW yang masih ada warganya terkonfirmasi Covid-19,’’ paparnya.

Menurut Budi, pemetaan zona kuning, orange maupun merah sesuai jumlah kasus sebaran Covid-19 tetap berlaku di tingkat RT. Hanya saja, seluruhnya yang ada sebaran aktif kasus Covid-19 ikut menerapkan PPKM mikro. ”Pemetaan masih tetap ada. Namun, seluruh desa di Jombang melaksanakan PPKM Mikro, khususnya di tingkat RT yang warganya terkonfirmasi Covid-19,’’ tegasnya lagi.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Hartono membenarkan seusai hasil rapat evaluasi PPKM untuk kebijakan pemadaman PJU dihapus. ”Benar sesuai hasil rapat, sudah tidak ada lagi pemadaman PJU, Jadi mulai malam ini kembali dinyalakan,” katanya.

Sementara itu, pantauan di laman infocovid19.jatimprov.go.id menyebut, Jombang masih tetap menjadi satu-satunya zona merah di Jatim per (22/2) kemarin. Total ada ada 24 kasus baru, tujuh kasus sembuh dan lima warga dinyatakan meninggal dunia.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP