alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Dua Jembatan Putus Belum Ditangani

23 Februari 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

PUTUS: Kondisi jembatan di Dusun Delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo yang putus beberapa waktu lalu.

PUTUS: Kondisi jembatan di Dusun Delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo yang putus beberapa waktu lalu.

Share this      

JOMBANG - Kondisi dua jembatan putus di Dusun Delik, Desa Brodot dan Dusun Sawahan, Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandarkedungmulyo hingga Senin (22/2) belum tersentuh perbaikan. Warga sementara menggunakan jembatan darurat untuk melintas.

Pantauan di lokasi, kondisi jembatan di Dusun Delik, Desa Brodot yang jebol Minggu (14/2) mengalami kerusakan parah. Hampir seluruh bagian kontruksi jembatan rusak total. Puing-puing jembatan tampak masih terbengkalai di dasar sungai. Untuk akses pengganti jembatan, warga mendirikan sendiri jembatan darurat dari material bambu dan kayu. Lokasinya sekitar 50 meter dari jembatan yang ambruk.

Kondisi serupa juga terpantau di Dusun Sawahan, Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Jembatan penghubung Dusun Jayan, Sawahan dan Janti ini tampak ambruk. Pilar tengah jembatan ini roboh dan hanyut ke sungai. Nampak kontruksi jembatan sudah miring dan tidak bisa dilewati.

Mengantisipasi bahaya, warga menutup akses masuk ke jembatan dengan bambu agar tidak dilintasi. ”Untuk akses warga masih bisa menggunakan jembatan alternatif mas, sebelah barat,’’ ujar M Fajar, 25, warga di lokasi.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Bandarkedungmulyo Mahmudi membenarkan ada dua jembatan di Kecamatan Bandarkedungmulyo yang putus akibat banjir. ”Dua jembatan itu sudah tidak bisa dilewati. Tapi alhamdulillah masih ada jembatan darurat di Desa Brodot dan jembatan alternatif di Desa Barongsawahan,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (22/2).

Sejauh ini, jembatan tersebut belum mendapat penanganan baik melalui dinas terkait maupun BBWS Brantas. Dia menyebut, sementara Pemkab maupun BBWS masih fokus menangani tanggul kritis atau jebol akibat banjir. ”Itu sebetulnya kewenangan BBWS, dan kita terus koordinasi terkait penanganannya,’’ papar dia.

Dijelaskan, ada beberapa titik tanggul jebol atau kritis akibat banjir. Di antaranya, lima titik di Avfoer Besuk, satu titik di Avfoer Brawijaya, satu titik di Avfoer Mekikis, dan beberapa titik di tanggul Kali Konto yang ada di Desa Kayen. ”Sampai saat ini proses untuk penanganan masih berjalan bahkan masih ada beberapa yang belum tersentuh karena Dinas PUPR masih memprioritaskan penanganan yang urgent seperti di Rolak 70 Bugasurkedaleman,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP