alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Banyak Titik Tanggul Sungai Konto yang Mengkhawatirkan

Diduga Maraknya Aktivitas Tambang

22 Februari 2021, 17: 43: 52 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi

Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi

Share this      

JOMBANG – Upaya perbaikan tanggul jebol di aliran sungai Konto Kediri di Rolak 70 Desa Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo higga kemarin masih berjalan. Meski penutupan tanggul jebol sudah hampir final, banyaknya titik tanggul kritis rawan rawan terjadi jebol susulan.

"Memang kondisi tanggul di Rolak 70 hampir keseluruhan kritis," ujar Ariyanto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA IV Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas kepada Jawa Pos Radar Jombang  kemarin, (21/2).

Ariyanto menambahkan, banyaknya titik tanggul kritis di aliran sekitar Rolak 70 salah satunya disebabkan maraknya aktivitas penambangan. ”Di sana banyak aktivitas tambang. Kan itu menggunakan sand pump (sedot pasir) mau tidak mau pasir yang ada di tanggul juga ikut kesedot. Sehingga berdampak pada kerusakan tanggul," ungkapnya.

Upaya perbaikan tanggul yang jebol dengan memasang stop blok sementara untuk membendung aliran agar tidak masuk ke Afvoer Besuk. "Ini untuk membendung agar saluran tidak begitu deras. Untuk pemasangan stop blok ditarget hari ini (kemarin, Red) selesai," katanya.

Pantauan di lokasi, hingga Minggu (21/2) siang, terlihat empat unit alat berat diterjunkan petugas untuk mengangani tanggul jebol. Terlihat di area tanggul yang jebol sudah terpasang penguat dari trucuk. Selain itu terlihat alat berat mengangkut jumbo bag ke titik tanggul jebol. ”Jadi kita kan sudah pasang trucuknya, ini nanti diisi jumbo bag kalau sudah tertutup semua, baru diuruk dengan tanah untuk pemadatan,” terang Imam Bustomi Kabid SDA PUPR Jombang ditemui di lokasi.

Kendati demikian, hingga kemarin beberapa titik lain di sekitar tanggul jebol yang sedang ditangani ini juga masih terlihat kritis. Selain mulai rontok, beberapa titik tanggul juga makin tipis. ”Kalau dibilang kritis ya memang seluruhnya kritis di sini. Untuk pencegahan ini di sisi tanggul yang jebol kita pasang juga terpal dan penahan, supaya air tidak langsung merembes,” tambahnya.

Selain menambal jebolan tanggul , dua alat berat lain dan sejumlah petugas juga terlihat sibuk di sisi lain dari Rolak 70 yakni dam 6. Enam pintu air yang jadi titik nol Afvoer Besuk ini terlihat sudah tertutup kayu, besi hingga anyaman bambu yang dilapisi dengan terpal. ”Untuk yang dam 6 memang sudah tertutup semua pintunya, makanya sejak kemarin debit air yang masuk ke Afvoer Besuk sudah mulai bisa terkendali, sudah mengecil,” imbuh Bustomi.

Namun, upaya pembuatan penahan pintu dari jumbo bag juga masih dilakukan hingga siang kemarin. Bustomi menyebut, jumbo bag itu akan disiapkan untuk diletakkan di sekeliling tanggul dam 6 juga depan pintu air. ”Seluruhnya hari ini targetnya selesai, jumbo bag itu kan fungsinya untuk menahan pintu air juga biar tidak mudah jebol ketika air besar,” tambahnya.

Bustomi menyebut, progres perbaikan tanggul sudah sangat bagus. Melihat kondisi cuaca seperti ini. Progresnya bisa cepat selesai. ”Jadi untuk jebolan terakhir selebar 15 meter di Rolak 70 sudah selesai ditutup hari ini, sudah tidak ada lagi air dari Konto yang masuk ke penampungan Rolak 70 dengan penutupan tanggul ini

Dirinya memprediksi perbaikan bisa selesai selama dua hari lagi. Hanya saja, dirinya tetap bergantung pada kondisi cuaca. ”Kita tetap melihat kondisi cuaca seperti apa. Kalau bagus sekitar dua hari lagi bisa tuntas,” ungkapnya. Terlebih lagi, saat ini alat berat juga sudah bisa menjangkau ke sisi tanggul yang kritis. Sehingga, tanggul yang kritis juga bisa ditangani. ”Kita juga berupaya untuk melakukan perbaikan pada tanggul yang kritis itu. Karena apabila tidak ditangani. Maka akan berpotensi untuk jebol kembali,” bebernya.

Selain itu, Bustomi mengungkapkan, dinas PUPR dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas akan melakukan koordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Air. ”Ini nanti kita fungsikan kembali Rolak 70 sebagaimana mestinya,” ungkapnya. Dikatakannya, fungsi Rolak 70 ini menjadi tampungan banjir. ”Jadi itu seperti waduk. Nanti itu juga berpotensi sebagai wana wisata,” tandas Bustomi.

Segera setelah penanganan tanggul jebol di Rolak 70 tuntas, pihaknya segera mengebut perbaikan tanggul jebol di titik lainnya. ”Setelah sini tuntas, nanti alatnya kita geser tanggul lainnya di Afvoer Besuk,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kembali jebolnya tanggul Sungai Konto di Rolak 70 Desa Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo Rabu (4/2) sehingga memicu banjir besar di wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo diduga akibat maraknya aktivitas  pertambangan di sekitar bantaran tanggul sungai. Hal ini memicu kerusakan tanggul.

”Sedikit banyak memang dari dampak aktivitas tambang. Terutama pada tanggul sebelah kiri itu banyak yang kritis,” terang Miftahul Ulum Kepala Dinas PUPR Jombang melalui Imam Bustomi, Kabid Sumber Daya Air saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (7/2).

Dia menambahkan, tidak hanya sekali ini, sebelumnya jebolnya tanggul sungai Konto di wilayah Bugasurkedaleman juga memicu terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo. "Memang tahun kemarin tanggul Rolak 70 juga jebol. Tapi yang tahun ini berbeda titik kerusakannya berada di hilirnya, agak di bawahnya," imbuhnya.

Diungkapkannya, saat ini kondisi tanggul di Rolak 70 banyak yang kritis. Salah satunya diduga dampak maraknya aktivitas pertambangan di wilayah sekitar tanggul, termasuk kegiatan penyedotan pasir. Menurutnya, jenis pasir yang ada di sungai Konto, Rolak 70 sangat bagus. Sehingga banyak oknum yang menginginkan pasir tersebut. "Itu kan pasir dari Gunung Kelud. Sehingga pasirnya sangat bagus. Jadi banyak oknum yang ingin mengambilnya," katanya.

Ia mengungkapkan, untuk penindakan sendiri pihaknya menyerahkan semua ke BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). "Kita juga sudah melaporkan ke BBWS, untuk penanganan sendiri kita serahkan ke sana. Jadi kita hanya memberi support aja," pungkasnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Amin Kurniawan Kabid Konservasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengatakan, pihaknya memang sudah pernah melakukan sidak (inspeksi mendadak) ditemukan berapa titik aktivitas galian ilegal. "Saat kita sidak memang ada beberapa titik tambang yang tidak mempunyai izin," katanya.

Lantaran, berada di wilayah sungai, pihaknya pun sudah menindakjlanjuti melaporkan ke BBWS Brantas selaku pemilik kewenangan. "Kita juga sudah laporkan. Infonya juga BBWS juga sudah menerjunkan PPNS (Peyidik Pegawai Negeri Sipil)," katanya.

Mas'ud Zuremi Ketua DPRD Jombang sebelumnya meminta aktivitas pertambangan ilegal di sekitar Rolak 70 segera ditindak. "Memang saya melihat di sana (Bugasurkedaleman, Red) banyak aktivitas tambang," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

(jo/riz/yan/jif/JPR)

 TOP