alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Temukan Bom Mortir di Lereng Goa Sigolo-Golo Diduga Masih Aktif

22 Februari 2021, 17: 40: 37 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Konsisi Bom mortir yang ditemukan warga di lereng Goa Sigolo-Golo Wonosalam

Konsisi Bom mortir yang ditemukan warga di lereng Goa Sigolo-Golo Wonosalam

Share this      

JOMBANG – Sebuah bom mortir ditemukan salah satu warga di lereng Goa Sigolo-Golo Wonosalam. Warga sempat membawa temuan bom mortir yang diduga masih aktif tersebut ke rumah, sebelum akhirnya diserakan ke polisi.

”Saat ini sudah kita amankan di mapolsek. Kita juga sudah berkoordinasi dengan personel jibom dari Polda Jatim,” terang Kapolsek Wonosalam AKP Kamdani, kemarin.

Dijelaskan, temuan benda diduga bom mortir ditemukan Tugiyat, 34, warga  Dusun Sranten, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam Minggu (21/2) siang kemarin. Saat itu saksi sedang menuju ke lereng gunung tak jauh dari Goa Sigolo-Golo untuk mencari pakan ternak.

Saat melintasi di lokasi, pandangannya tertuju pada longsoran benda aneh dari titik longsoran tanah. Dia pun memeriksa dari dekat dan memungut benda benbentuk lonjong dari besi tersebut. Saksi pun kemudian membawa benda tersebut ke rumah. ”Kondisinya sudah karatan,” bebernya.

Temuan benda mirip bom mortir tersebut selanjutnya diberitahukan kepada warga sekitar dilanjutkan perangkat desa. “Karena pak sekdes yang dilapori itu tahu kalau itu mortir, laporan kemudian diteruskan kepada polisi,” tambah Kamdani.

Usai menerima laporan, sejulah petugas dari Polsek Wonosalam bergerak ke lokasi. Hasil pemeriksaan, petugas menyimpulkan benda tersebut merupakan bom mortir. “Jadi setelah kita cek, mortir ini berukuran panjang 34 sentimeter dengan diameter 9 sentimeter. Dari pemeriksaan awal, diketahui diduga kuat mortir ini masih 70 persen aktif,” lontarnya.

Untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, polisi mengamankan bom mortir itu ke Mapolsek Wonosalam. Kamdani juga menyebut, sudah berkoordinasi dengan Jibom dari Polda Jatim untuk pemusnahannya. “Jadi dugaan sementara mortir ini peninggalan zaman penjajahan Belanda yang terpendam di tanah,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP