alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Belum Ada Penanganan dari BBWS Brantas

Tanggul Parapet Jebol di Mojowarno

22 Februari 2021, 17: 36: 57 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kondisi Kerusakan tanggul parapet di Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno. Minim perhatian dari BBWS Brantas.

Kondisi Kerusakan tanggul parapet di Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno. Minim perhatian dari BBWS Brantas.

Share this      

JOMBANG – Amblesnya tanggul parapet di daerah aliran sungai (DAS) Kali Gunting tepatnya di Desa Wringinopitu, Kecamatan Mojowarno disesalkan warga sekitar. Yang menilai BBWS (balai besar wilayah sungai) Brantas kurang responsif terhadap kondisi kerusakan tanggul.

”Sebelumnya kondisi tebingnya memang sudah kritis, tapi selama ini dibiarkan belum ada penanganan serius,” terang Ali, 59,  salah satu warga sekitar.

Dia menambahkan, bersamaan banjir besar yang menerjang wilayah Mojoagung saat itu, diketahui kondisi tebing di titik parapet yang ambles sudah kritis. Kondisi tanggulnya sudah bahkan sudah menggantung. ”Kalau tidak salah sempat ada petugas cek ke lokasi tapi tidak ada kejelasan tindak lanjutnya. Andai saja waktu itu segera ditangani tidak sampai jebol seperti sekarang,” bebernya.

Padahal saat itu, selain kontruksi parapet sudah menggantung, di sebagian titiknya pondasinya sudah melongo akibat tebingnya longsor. ”Akhirnya kan jadi jalan masuknya air, sehingga longsorannya semakin parah, akhirnya jebol kemarin itu,” bebernya. Warga berharap, kondisi tanggul segera diperbaiki. Sebab jika dibiarkan potensi kerusakan akan semakin meluas. ”Itu terlihat juga sudah putus, kalau sampai kontruksinya runtuh ke dasar sungai tentunya berpotensi air meluap ke permukiman,” imbuh Makruf, warga lainya.

Terpisah, Saikun, pengawas utama Kali Gunting dari BBWS Brantas menyebut sudah mengetahui kondisi kerusakan tanggul parapet tersebut. Pihaknya menyebut akan mengusahakan penanganan segera. ”Kita sudah cek lokasi, itu jebolnya bersamaan banjir besar awal Fabruari lalu,” bebernya.

Dia pun tak menampik sebelumnya kondisi tebing di titik tersebut sudah kritis, hanya saja upaya perbaikan terkendala anggaran. ”Waktu itu sebenarnya sudah kita ajukan untuk perbaikan, tapi karena ada refocusing, anggaran yang awalnya di-plot di situ dialihkan ke yang lain,” bebernya.

Tahun ini ada kegiatan penanganan tanggul kritis di DAS Kali Gunting. Nantinya dari kegiatan itu akan diupayakan untuk perbaikan. ”Sekarang masih lelang, masih tahap evaluasi, kemungkinan Maret baru bisa,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga di sekitaran DAS (daerah aliran sungai) Kali Catak Banteng waswas banjir susulan. Menyusul kerusakan tanggul parapet di Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno. Hingga kini belum ada penanganan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. "Sampai sekarang belum ada penanganan, jadi waswas ancaman banjir," terang Jumali, salah satu warga sekitar tanggul (19/2) kemarin.

Dijelaskan, kerusakan tanggul sudah berlangsung sejak awal Februari lalu. "Bersamaan banjir di wilayah Mojoagung," imbuhnya. Saat itu debit air sungai naik. Kondisi tanggul parapet yang sudah lama menggantung akhirnya ambles. "Saya tahunya pagi, waktu itu malam air meluap," bebernya.

Warga berharap kondisi tanggul parapet yang ambles segera diperbaiki, mengingat pentingnya keberadaan tanggul untuk menahan arus air. "Kalau dulu ada rimbunan bambu yang jadi penahan air. Waktu ngerjakan parapet rimbunan bambunya banyak yang ditebang," bebernya.

Selain itu, jika tidak segera ditangani tentunya potensi keruskan akan semakin meluas. "Rusaknya parah mas, kalau arus deras air bisa meluap dari situ, bisa-bisa parapetnya putus malah sulit nanti penanganannya," bebernya.

Terpisah, Ahmad Yani, Kades Wringinpitu membenarkan terkait amblesnya tanggul parapet di wilayahnya. Dia berharap segera ada penanganan dari pihak terkait. "Saya sudah cek lokasi dan sudah saya laporkan juga ke kecamatan," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dikatakan, sejak awal dirinya sudah memberi masukan pembangunan parapet di titik tersebut kurang tepat. "Lebih pas dengan konstruksi bronjong, kalaupun tetap dengan parapet tetap butuh diperkuat dengan bronjong," bebernya.

Hingga kekhawatirannya pun terjadi. Meski baru berjalan sekitar dua tahun, tanggul sudah rusak. " Saya cek kemarin ada sekitar 50 meter yang ambles, kalau tidak segera ditangani bisa meluas," tandasnya. Data yang dihimpun, pengerjaan tanggul parapet di titik tersebut dikerjakan sekitar 2028. Saat itu pemerintah mengganarkan anggaran sekitar Rp 131 miliar untuk proyek penanggulangan banjir Kali Gunting.

(jo/naz/jif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya