alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Zona Merah, PPKM Berpotensi Diperpanjang

Hingga 8 Maret, Pemkab Tunggu Instruksi Pusat

22 Februari 2021, 17: 34: 27 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Ilustrasi terkonfirmasi positif covid-19 di Jombang

Ilustrasi terkonfirmasi positif covid-19 di Jombang

Share this      

JOMBANG – Hingga Minggu, (21/1) Kabupaten Jombang tetap menjadi satu satunya kabupaten di Jawa Timur yang menyandang status zona merah persebaran Covid-19. Sesuai SE Mendagri, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro diperpanjang dua minggu hingga 8 Maret. Namun, Pemkab masih menunggu instruksi Gubernur Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun, sesuai SE Mendagri Nomor 4/2021 tetang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19, PPKM mikro yang semula dijadwalkan berakhir Senin (22/2) ini diperpanjang hingga (8/3). SE tersebut, ditujukan untuk delapan wilayah termasuk Jawa Timur yang kini menerapkan PPKM mikro.

Dalam SE tersebut, juga disampaikan agar pemerintah kabupaten/kota membatasi tempat kerja dengan menerapkan work from home (WFH) dan work from office (WFO) 50 persen, melaksanakan kegiatan belajar secara daring, pembatasan di restoran/tempat makan, pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan sampai dengan pukul 21.00 hingga pembatasan kegiatan tempat ibadah dengan kapasitas 50 persen dengan penerapan prokes lebih ketat.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Budi Winarno Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Jombang tak menampik jika sesuai SE Mendagri 4/2021 implementasi PPKM Mikro diperpanjang hingga 8 Maret. ”Kalau sesuai SE Mendagri memang seperti itu, namun kita menunggu keputusan ibu bupati dan Gubernur. Sebab, harus ada turunannya, jadi saya belum bisa memastikan,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Dia menegaskan, kepastian Jombang memperpanjang PPKM Mikro masih menunggu petunjuk terbaru. Jika mengacu SE sebelumnya, PPKM mikro harusnya berakhir hari ini (22/2) sejak diterapkan mulai (9/2) lalu. ”Sebab, harus ada pembahasan bagaimana tindaklanjutnya,’’ terangnya.

Budi menyampaikan, sejauh ini jumlah wilayah di Jombang yang diterapkan PPKM mikro tetap tujuh Desa/kelurahan tersebar di Kecamatan Jombang dan Ploso. ”Nanti akan dibahas lagi tanggal 22 besok, terus ada penambahan desa atau tidak itu nanti menunggu evaluasi Dinkes yang akan disampaikan ke Forkopimda,’’ pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekdakab Akhmad Jazuli belum berani memastikan terkait perpanjangan PPKM mikro di Jombang. ”Besok (hari ini, Red) kami bahas dulu dan mencari solusi terkait PPKM yang efektif,’’ pungkasnya singkat melalui whatsapp pribadinya.

Sementara itu, data yang dihimpun dari laman http://infocovid19.jatimprov.go.id  persebaran Covid-19 Jombang masih terus melonjak. Per Minggu (21/2) kemarin, tercatat ada penambahan sebanyak 28 kasus terkonfirmasi positif baru. Sehingga secara kumulatif jumlah kasus positif di Kabupaten Jombang sudah mencapai angka 4.257 kasus dengan catatan 128 kasus aktif.

Selain itu, dilaporkan juga ada penambahan 19 kasus sembuh. secara keseluruhan kasus sembuh Covid-19 sudah mencapai 3.650 kasus. Yang memprihatinkan, jumlah kasus meninggal meningkat cukup tajam. Tercatat per Minggu (21/2) ada penambahan tujuh kasus meninggal. Sehingga secara keseluruhan kasus meninggal akibat Covid-19 sudah tembus di angka 439 kasus.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP