alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Bangun Jembatan Darurat dari Bambu

Usai Jembatan Brodot Ambruk

22 Februari 2021, 17: 22: 08 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Warga membangun jembatan sementara dari bambu di Sungai Konto.

Warga membangun jembatan sementara dari bambu di Sungai Konto.

Share this      

JOMBANG – Ambruknya jembatan di Dusun Delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo membuat warga mencari alternatif. Yakni membangun jembatan sementara dari bambu di Sungai Konto.

Seperti pantauan kemarin (17/2), sejumlah warrga sibuk memotong bambu. Beberapa di antaranya memasang potongan yang sudah siap di pinggir tanggul sungai. Karena belum sepenuhnya kelar, tak jarang setiap warga yang melintas harus dipandu. Harapan agar lebih berhati-hati.

Syamsudin Ketua RT 04 RW 01 Dusun Delik mengakui, usai tak bisa dilalui warga akhirnya gotong royong membuat jembatan alternatif. Lokasinya tak jauh dari jembatan yang runtuh, sekira 100 meteran.

’’Jadi Minggu malam pukul 23.30 jembatan ambruk, kemudian sekarang sudah buat jembatan darurat,’’ kata Syamsudin ditemui di lokasi.

Dijelaskan, jembatan itu sangat dibutuhkan. Lantaran menjadi akses penghubung warga dusun setempat. Pembangunan jembatan sementara sudah dimulai sejak beberapa hari terakhir. ’’Sudah tiga hari ini buatnya, baru bisa dilewati sekarang (kemarin, Red),’’ imbuh dia.

Warga memanfaatkan material bambu dan kayu seadanya  untuk jembatan darurat. Dikatakan, pembuatan jembatan sementara merupakan inisiatif warga. Sehingga kebutuhan material seluruhnya dari warga setempat. ’’Materialnya ini kerja sama atau gotong royong dengan masyarakat. Pakau kayu bambu dari waarga sini saja,’’ sambung lelaki usia 60 tahun ini.

Disebutkan, untuk membuat jembatan itu butuh puluhan bambu. ’’Ya banyak, sampai empat barongan atau dapur,’’ terag dia. Karena bersifat sementara, akses tersebut dibatasi. Terlebih jembatan tak sebegitu lebar. Sehingga yang bisa melintas hanya pejalan kaki dan pengendara roda dua.

’’Paling tidak sepeda motor, kalau mobil jelas tidak bisa,’’ ungkap Syamsudin. Diakui, dibangunnya jembatan sementara sangat diperlukan. ’’Karena kalau tidak ada ya harus lewat jembatan Pucangsimo, itu jaraknya sekitar 1,5 kilometer,’’ pungkas Syamsudin.

Ambruknya jembatan itu kini membuat arus sungai tak sedikit terganggu. Karena sebagian material berada di area tanggul. Tak sedikit pecahan beton juga berada di dalam sungai.

Terpisah Mahmudi Camat Bandarkedungmulyo mengakui, usai ambruk warga sudah membangun jembatan. Namun, jembatan itu bersifat sementara. ’’Iya sudah ada jembatan, itu swadaya masyarakat,’’ kata Mahmudi dikonfirmasi.

Diakui, meski sudah ambruk sementara pembersihan belum bisa dilakukan. Karena, untuk sementara penanganan terfokus tanggul jebol. Sehingga, material sisa jembatan itu sementara ini masih dibiarkan. ’’Untuk pembersihan belum ada,’’ pungkas Mahmudi.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya