alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Sarankan Sekolah Pasang CCTV

Pandemi, 4 Sekolah Diobok-obok Maling

22 Februari 2021, 17: 12: 02 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Purnomo

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Purnomo

Share this      

JOMBANG – Meraknya aksi pembobolan sekolah di Jombang mendapat respon dari dinas. Salah satuntya mendorong sekolah meningkatkan sistem pengamanan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Agus Purnomo menerangkan, selama pandemi marak kejadian pembobolan sekolah. Di antaranya, SDN Pucangro 2, SDN Plosogeneng, SDN Mancar 1 dan SMPN 1 Jogoroto pada akhir 2020 lalu. ”Untuk mengantisipasi kejadian ini agar tidak terulang, saya sudah membuat SE (Surat Edaran) yang intinya meminta teman teman satuan pendidikan membeli CCTV,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (19/2).

Dijelaskan, pembelian CCTV tersebut dianggarkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang direncanakan cair pada Maret mendatang. Ia menegaskan, pengadaan CCTV tidak boleh dari pungutan, iuran atau bentuk pengajuan sumbangan kepada wali murid. ”Jangan sampai membebani wali murid atau sampai menarik pungutan,’’ tambahnya.

Agus menyebut, pengadaan CCTV memang di luar Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Namun karena hal ini bersifat urgen maka sekolah diperbolehkan melakukan pengadaan CCTV dengan landasan surat edaran yang dia buat. ”Jadi ini sifatnya prioritas. Mengingat kondisi saat ini kejadian pencurian sangat marak di SD maupun SMP. Apalagi, banyak sekolah yang letaknya agak jauh dari permukiman,’’ papar dia.

Agus menyebut, untuk mengantisipasi pencurian, minimal satu sekolah mengadakan empat buah kamera CCTV yang dipasang di sejumlah titik strategis. Sebab mengaca dari kasus pencurian di SMPN 1 Jogoroto, ada beberapa titik yang dipasang. ”Dari kasus pencurian di SMPN 1 Jogoroto kita dapat mengetahui, bahwa pelaku kurang dari 2 x 24 jam sudah ditangkap dan itu berdasarkan petunjuk rekaman di CCTV,’’ papar dia.

Agus juga secara langsung sudah meninjau kondisi SDN Pucangro 2 kemarin. Dari pengakuan pihak sekolah tidak ada barang berharga yang diambil maling. Hanya sound system dan sebuah printer. ”Yang diambil adalah barang barang yang tidak masuk buku inventarisir. Mau ambil TV tapi tidak muat karena cendelanya kecil,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP