alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Olahan Sayur Organik Mie Warna Warni Tanpa Pengawet

21 Februari 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

HIJAU ALAMI: Mie dari sawi dan bayam ini tanpa menggunakan pewarna.

HIJAU ALAMI: Mie dari sawi dan bayam ini tanpa menggunakan pewarna. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Bayam dan sawi tidak hanya bisa diolah menjadi tumis, jus atau jenis masakan lain. Di tangan Istiqomah, bayam dan sawi dijadikan bahan mie organik. Mie ini lebih sehat dan menarik karena berwarna-warni alami.

WENNY ROSALINA, Diwek

"Ya kepingin coba-coba saja bikin mie dari sayuran hidroponik yang saya tanam, dan berhasil, rasanya juga enak," ucap Istiqomah saat ditemui di rumahnya.

Idenya muncul setelah sayuran hasil metode hidroponik panen melimpah. Selain dijual dengan bentuk segar, sayuran juga diolah menjadi bahan makanan yang lebih awet yaitu mie.

Karena berasal dari sayuran segar, warna mie juga beragam warna merah berasal dari bayam merah, sedangkan warna hijau dari sawi pakcoy yang ia tanam.

"Awalnya iseng-iseng belajar dari YouTube, setelah dicoba enak saya pakai untuk bahan mie ayam jualan di depan, karena banyak yang minat saya juga jual mentah kering," jelasnya.

Proses pembuatan mie organik cukup mudah. Untuk membuat warna alami bayem merah atau sawi pakcoy diblender untuk diambil airnya. Kemudian dicampurkan dengan bahan lain. Setelah itu dicetak manual menggunakan tutup toples bekas. "Belum punya alat yang canggih, jadi manual saja pakai tutup toples, ditakar satu keping mie 50 gram," jelasnya.

Setelah semua adonan dicetak kemudian dikukus selama beberapa menit, baru kemudian melalui proses pengeringan alami dengan cara dijemur. Proses pengeringan dengan menggunakan tenaga matahari ini hanya perlu waktu satu hari. Jika musim hujan, agar kering sempurna memerlukan  waktu dua hingga tiga hari.

Dikeringkan dengan menggunakan tenaga surya, menurut Istiqomah bisa lebih awet bahkan bisa bertahan hingga satu tahun. "Pernah saya coba sendiri, kurang lebih satu tahun masih enak dimakan dan teksturnya juga masih keras," katanya.

Berkat promosi di media sosial, kini mie organiknya banyak dikenal orang. Banyak dipesan hingga luar kota. Satu kemasan diisi dia keping mie, dan dikemas lagi satu bendel isi lima bungkus. "Ada yang pesan dari Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah," katanya lagi.

Selain membuat mie organik, ia juga memanfaatkan daun mint yang ia tanam dengan cara hidroponik dengan mengolahnya menjadi sirup dan teh seduh. Sensasi segar daun mint langsung bisa dirasakan dengan seduhan panas atau dingin.

Untuk membuat olahan daun mint, Istiqomah menggunakan gula asli. Semua bahan disebutnya asli berkualitas. Seperti gula juga gula asli. “Untuk mie saya juga tidak menggunakan pengawet, jadi benar-benar sehat," pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya