alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Memahami Jawaban Doa

21 Februari 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

Share this      

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya memahami jawaban doa dari Tuhan.

’’Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya,’’ tuturnya mengutip Matius 7:11.

Sebuah ilustrasi tentang sekelompok remaja yang berdoa memohon kepada Tuhan untuk tidak menurunkan hujan. Karena mereka telah berencana untuk camping atau berkemah selama beberapa hari.

Sementara di lain tempat, sekelompok petani juga tengah berdoa. Tetapi yang mereka minta dalam doanya adalah agar kiranya Tuhan menurunkan hujan untuk menyirami sawah mereka yang sudah mulai mengering.

Seandainya saja kita yang jadi Tuhan, kira-kira doa yang mana yang akan kita kabulkan? Kita pasti bingung.

Sebuah permohonan doa yang menurut kita isinya baik bisa saja tidak terkabul. Tidak terkabulnya doa kita bukan karena Tuhan tidak mau menjawab, apalagi tidak mampu untuk melakukannya.

Dia adalah Allah yang Maha Pengasih dan Maha Kuasa.

Dia tidak akan menolak permohonan kita dengan begitu saja. Tuhan tentu punya alasan dan tahu apa yang terbaik buat kita.

Hanya masalahnya, dalam ketidaktahuan kita, permohonan tersebut ternyata tidak akan mendatangkan apa yang terbaik bagi kita dan orang lain. Dan karena itulah, dalam kasih dan kebijaksanaan-Nya, Tuhan menunda bahkan menolak demi kebaikan kita semua. Seandainya permohonan para remaja itu dikabulkan, mungkin para petani akan menderita karena mengalami gagal panen.

Inilah yang seringkali membuat kita sulit untuk memahaminya, apalagi jika kita merasa sudah sungguh-sungguh dan tidak mengenal lelah berdoa memohon kepada-Nya! Seperti Daniel yang tetap berdoa walau hadapi ancaman di masukkan ke goa singa, bukan berarti Tuhan tidak menjawabnya. Justru jawaban yang terbaik yang Tuhan berikan yaitu Daniel bukan luput dari goa singa tapi diluputkan "dari dalam" goa singa.

Perhatikan dari Matius 7:11, kata "Ia akan memberikan "yang baik" kepada yang meminta kepada-Nya". Itu artinya adalah Tuhan tahu memberi yang terbaik.

Salah satu langkah yang harus kita lakukan adalah kita harus memahami dan mempertimbangkan hal buruk apa yang mungkin saja bisa terjadi jika permohonan kita terkabul, baik itu terhadap diri kita sendiri maupun terhadap orang lain. Kita harus mau belajar untuk melihat bahwa tidak terkabulnya doa tersebut sebagai jawaban doa yang terbaik, serta bersyukur atas keadilan dan kearifan-Nya, bahwa Tuhan tidak pernah salah.

Hal ini mengajar kita untuk berserah dan percaya kepada-Nya. Kita tidak tahu apa yang baik bagi diri kita sendiri, seperti yang dikatakan kitab Pengkhotbah 6:12a: Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia.

Tetapi sebaliknya Tuhan tahu apa yang terbaik bagi diri kita. Oleh sebab itu kita harus menyerahkannya kepada-Nya. Ya Bapa-Ku, jadilah kehendak-Mu, seperti doa Yesus. Kita sering meminta kepada Allah hal-hal yang justru akan membahayakan kita jika kita memilikinya, dan Allah mengetahui hal itu, oleh sebab itu Ia tidak memberikannya kepada kita.

’’Ketika sebuah doa tidak terkabul, berarti memang itu jawaban yang terbaik menurut Tuhan bagi kita. Tetaplah berdoa, Tuhan pasti memberikan yang terbaik!Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya