alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Terkendala Izin, Penyudetan Tanggul Brantas Dihentikan

20 Februari 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MANGKRAK: Kondisi tanggul sungai Brantas sebagian sudah rusak.

MANGKRAK: Kondisi tanggul sungai Brantas sebagian sudah rusak. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG -  Meski sempat berjalan, rencana penyudetan tanggul Sungai Brantas di Dusun Proko, Desa Brangkal masih menjadi polemik. Warga pun akhirnya menghentikan penyudetan lantaran belum mendapat izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas meski sempat berjalan.

Pantauan di lokasi Jumat (19/2) kemarin, di salah satu titiknya terlihat kondisi tanggul sungai sudah dikeruk. Area tanggul membentuk seperti cekungan. Tanah bercampur pasir warna merah material tanggul berantakan.

Karena sudah dikeruk, tanggul sudah tidak utuh. Tak jauh dari lokasi, terdapat sejumlah patok dari kayu juga sudah dipasang menuju arah Avfoer Mekikis. Tak ada alat berat ataupun petugas di lokasi.

Usman warga setempat menerangkan, pengerukan tanggul dilakukan sejak beberapa hari lalu. ’’Rabu (17/2) sudah mulai, tapi tidak lama, beckhoe-nya kerja setengah hari saja,’’ kata Usman di lokasi.

Dia sendiri tak mengetahui persis alasan mandeknya rencana penyudetan tanggul. ’’Kurang jelas kenapa, orang sini (Dusun Proko, Red) tidak tahu apa-apa. Memang kemarin banjir yang parah mulai Prayungan (Desa Gondangmanis, Red), Bandarkedungmulyo sampai Brangkal,’’ imbuh dia.

Diakui, kabar yang diterima lokasi itu menjadi titik rencana sudetan dilakukan. Karena mandek, sebagian warga Desa Brangkal kini waswas melihat kondisi tanggul yang tak utuh lagi. ’’Kemarin di sini (Dusun Proko, Red) memang banjirnya tidak separah di sana, tapi ya dikepung. Katanya mau dibuat pembuang ke Brantas,’’ beber dia.

Menurutnya, karena berhenti tanpa kejelasan warga khawatir kala air sungai naik. ’’Kalau tidak segera dibangun layak buat pembuangan air ya resah. Soalnya kalau sewaktu-waktu air Brantas tinggi dampaknya kemana, ya ke Proko,’’ terang lelaki berusia 60 tahun ini.

Informasi yang dia terima, dikeruknya tanggul itu nantinya bakal permanen. ’’Kalau ada pintu klepnya mungkin aman, waktu air Brantas tinggi bisa ditutup. Kalau dibiarkan begini jadi waswas,’’ ungkap Usman.

Diakui, debit air sungai Brantas tak bisa diprediksi. Beberapa hari lalu sempat naik. ’’Brantas ini kan tidak tentu, tidak bisa diprediksi,’’ pungkas dia.

Terpisah Mahmudi Camat Bandarkedungmulyo, mengkapkan rencana itu belum bisa dilaksanakan. ’’Jadi masih belum dilaksanakan, kemarin rencananya sudah matang. Karena airnya sudah surut, akhirnya terkonsentrasi ke Afvoer Besuk,’’ kata Mahmudi dikonfirmasi.

Meski sudah dilakukan pengerukan, menurut Mahmudi untuk saat ini penanganan  terfokus pada sejumlah tangul jebol. Itu dilakukan, karena debit air dirasa sudah mulai turun. ’’Pokoknya kita ini istilahnya kucing-kucingan, mana saja yang didahulukan. Terpenting itu menangani tanggul jebol,’’ pungkas Mahmudi.

Terpisah, Miftahul Ulum Kepala Dinas PUPR Jombang mengungkapkan, rencana membuat sudetan tanggul di Sungai Brantas harus mengantongi izin dari Kementerian PUPR. Pihak pemilik kewenangan sungai yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas harus melakukan kajian hingga mengeluarkan rekomtek (rekomendasi teknis).

’’Jadi untuk itu (sudetan tanggul Sungai Brantas, Red) nunggu izin dari kementerian dahulu, nggak boleh asal, harus ada izinnya dulu,’’ kata Ulum dikonfirmasi Jumat (19/2) kemarin.

Dijelaskan, sebelum izin keluar pihak kewenangan sungai bakal melakukan kajian. ’’BBWS sendiri tidak berani, karena belum dilakukan rekomtek juga,’’ imbuh dia.

Terkait rencana itu lanjut dia, memang sebelumnya sejumlah kades yang mengajukan izin. ’’Jadi yang mengajukan ini masih dari pihak desa. Dari kabupaten nanti, kalau kita masih belum,’’ sambung Ulum.

Diakui, butuh waktu untuk menyudet tanggul sungai itu. Termasuk dibuat bangunan permanen. ’’Jadi sudetan ini ketika semua ini selesai. Itupun rekomtek yang mengeluarkan BBWS Brantas. Tapi yang mengizinkan tetap kementerian. Ini sambil ada study dulu,’’ beber Ulum.

Disinggung sudah adanya pengerukan menurut Ulum, menjadi kewenangan balai. ’’Belum, biar nanti BBWS Brantas saja,’’ pungkas Ulum.

Ulum menyebut, saat ini pihaknya masih terus melakukan penanganan tanggul jebol. Saat ini terfokus penanganan tanggul Sungai Konto di Rolak 70 di Bugasurkedaleman, Gudo. ’’Kami masih konsentrasi mengupayakan di Rolak 70 dulu. Karena di situ (Rolak 70, Red) yang paling urgent, meski begitu di sejumlah titik lain juga sudah berjalan,’’ terang dia.

Sebelumnya, seiring banjir di permukiman warga tak kunjung surut serta beban warga tinggal di pengungsian, muncul opsi membuat sudetan di tanggul Sungai Brantas untuk saluran pembuangan air. Meski sempat berjalan, aktivitas penyudetan tanggul di Dusun Proko, Desa Brangkal akhirnya mandek.

Seperti pantauan Rabu (17/2).  di salah satu titiknya, sebagian tanggul nampak sudah dikeruk dengan panjang sekira 5 meter lebih dan kedalaman sekitar dua meter. Di lokasi terdapat alat berat, meski begitu tak ada satu pun petugas terlihat lokasi.

Sun’an Kades Brangkal mengakui, sebelumnya ada rencana membuat sudetan untuk membuang genangan banjir untuk dialirkan ke Sungai Brantas. ’’Katanya nunggu perintah, untuk detailnya ini ke pak camat, di desa ini manut saja,’’ kata Sun’an dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang (17/2).

Dia menambahkan, sebelumnya upaya menyudet tanggul Sungai Brantas sudah sempat berjalan. Namun dia sendiri tak mengetahui persis, sehingga pengerjaan berhenti. ’’Iya kemarin satu alat berat sudah datang. Cuma hari ini (kemarin, Red) kelihatannya libur,’’ imbuh dia.

Dijelaskan, pembuatan sudetan dengan menjebol tanggul Sungai Brantas menjadi salah satu alternatif mengurangi banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo. Nantinya aliran air dari Avfoer Mekikis dan Afvoer Besuk bakal dialirkan langsung ke Sungai Brantas. ’’Jadi yang disudet masuk Dusun Proko nanti dari Avfoer Mekikis, untuk Besuk juga sekalian, karena sungainya dekat, kan jadi satu juga. Intinya kemarin ngurangi debit air yang di Besuk,’’ beber Sun’an.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya