alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Satu Keluarga Digulung Polisi

Sita Sabu dan Pil Koplo Senilai Rp 1 Miliar

20 Februari 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Satu Keluarga Digulung Polisi

Share this      

JOMBANG – Satresnarkoba Polres Jombang berhasil mengbongkar jaringan peredaran narkoba melibatkan satu keluarga di Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung. Selain mengamankan empat pelaku, polisi menyita belasan paket sabu-sabu dan seratus ribu lebih pil koplo yang ditaksir nilainya mencapai Rp 1 miliar.

Keempatnya pelaku, Joko Hariyanto, 46, warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Anik Wijayati, 40, Valupi Widiawati, 22, dan Eko Faris Handryanto alias Domber, 25, ketiganya warga Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung. ”Keempat pelaku ini masih satu keluarga. ”JH dan AW ini perannya sebagai bandar, sementara  VW dan EF ini merupakan pasutri, perannya sebagai pengedar. Total barang bukti yang kita amankan mencapai sekitar Rp 1 miliar,” terang Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Moch Mukid, kemarin (19/2).

Penangkapan jaringan ini merupakan pengembangan pengungkapan jaringan sabu. Setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil megendus identitas Joko Hariyanto. Polisi akhirnya berhasil meringkus perajin patung ini bersama Anik Wijayanti di wilayah Desa Gambiran Rabu (17/2) dini hari . ”Kita lakukan penyamaran dan akhirnya berhasil kita ringkus di Mojoagung. Kebetulan si JH ini mantan suami AW, sudah bercerai namun masih berhubungan baik dan bekerja sama dalam pengedaran sabu-sabu,” imbuhnya.

Dari tangan keduanya, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, 1 plastik klip diduga berisi sabu dengan berat kotor 0,27 gram, 1 buah potongan sedotan yang di dalamnya terdapat 1 plastik klip berisi sabu dengan berat kotor 0,31 gram, 1 buah pipet kaca diduga terdapat sisa sabu habis dipakai dengan berat kotor 1,80 gram, 1 buah botol bekas yang sudah dirakit dengan sedotan sebagai alat hisap sabu atau bong, 1 buah korek api, 2 unit HP merek Samsung warna biru dan HP merek Vivo serta uang tunai sebesar Rp 700 ribu diduga hasil penjualan sabu.

Dari interogasi yang dilakukan polisi, keduanya mengaku mendapat pasokan narkoba dari pasangan Valupi Widiawati dan Eko Faris Handryanto yang tak lain anak kandung dan menantu Joko. Polisi pun mengkeler Joko dan Anik menuju rumah anaknya yang juga tinggal di Desa Gambiran. Tak ingin buruannya lepas, sekitar pukul 01.00 dini hari polisi berhasil menyergap keduanya di rumah.

Kedatangan polisi yang tiba-tiba menjadikan kedua bandar ini tak berkutik. Petugas pun menggeledah dan menemukan barang bukti belasan paket sabu-sabu yang disembunyikan dalam kaleng biskuit monde yang dibungkus tas warna oranye.

Rinciannya, 1 plastik klip terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu dengan berat kotor 105,78 gram, 1 plastik klip terbungkus isolasi diduga berisi sabu 105,37 gram, 1 plastik klip terbungkus isolasi warna coklat diduga berisi sabu berat kotor 108,34 gram, 3  pak plastik klip kosong, 1  plastik klip terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu 11,50 gram.

Ada juga 1 plastik klip terbungkus isolasi warna merah diduga berisi sabu 11,54 gram, 1 plastik klip terbungkus isolasi berisi sabu 11,86 gram, 1 plastik klip terbungkus isolasi berisi sabu 5,91 gram, 1 plastik klip terbungkus isolasi diduga berisi sabu 5,94 gram, 1 plastik klip terbungkus isolasi 6,01 gram.

Selain itu, 1 plastik klip diduga berisi sabu 6,56 gram, 1 plastik klip diduga berisi sabu 2,05 gram, 1 plastik klip diduga berisi sabu 20,45 gram, 1  plastik klip diduga berisi sabu 2,49 gram, 1  plastik klip diduga berisi sabu 1,07 gram, 1 plastik klip diduga berisi sabu 3,70 gram, 1 plastik klip diduga berisi sabu 0,36 gram. ”Jumlah total berat kotor keseluruhan sabu-sabu mencapai 408,93 gram setara 4 ons lebih,” terang Mukid.

Sejumlah barang bukti lain juga turut disita, di antaranya, 1 buah timbangan digital warna hitam, 2 pak plastik klip kosong, 1 buah gunting warna hitam, 1 buah isolasi warna merah, 1  buah isolasi warna cokelat, seperangkat alat hisap sabu yang sudah dimodifikasi dengan pipet kaca., 1  buah kotak plastik warna hitam di dalamnya terdapat, 1 pak kertas label vitamin B1, 1  pak plastik bening, 1  pak sedotan plastik, 4 buah korek api.

Tak berhenti sampai si ditu, petugas terus melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan sebanyak 128 ribu butir pil berlogo “Y” yang disembunyikan dalam empat kardus yang terbungkus karung glangsing warna putih masing-masing di dalamnya terdapat 32 botol plastik warna putih termasuk duan buah HP merek Oppo. ”Jadi total ada 128 botol, masing-masing berisi 1.000 butir pil berlogo "Y",” singkatnya.

Jika dinominalkan uang, keseluruhan barang bukti yang diamankan nilainya cukup fantastis. ”Keseluruhan barang bukti nilainya sekitar Rp 1 miliar,” tandas Mukid. Polisi menerapkan pasal berbeda. Terdahap pasangan Joko dan Anik dijerat Pasal 114 Ayat (1) juncto Pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Karena perannya sebagai pengedar,” terangnya.

Sementara, terhadap pasangan Valupi Widiawati dan Eko Faris Handryanto dijerat Pasal 114 ayat (2)  subsidair Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 juga Pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. ”Untuk anak dan menantu ini perannya sebagai bandar. Ancamannya 20 tahun penjara,” tandas Mukid.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP