alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Pelaku Sempat Cekoki Korban dengan Video Porno

Kasus Pencabulan Santri oleh Pimpinan Ponpes

20 Februari 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Ilustrasi pencabulan

Ilustrasi pencabulan

Share this      

JOMBANGPerbuatan asusila yang diduga dilakukan S, 50, oknum pimpinan salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Ngoro kepada santrinya benar-benar kelewatan. Selain memperdayai para korbannya dengan dalil-dalil agama, pelaku juga mencekoki korban dengan video porno.

”Jadi ada salah satu korban, selain diperlakukan cabul. Dia mengaku sempat disetubuhi pelaku hingga beberapa kali bahkan juga sempat dicekoki video porno sebelum berhubungan,” terang Muhammad Solahudin, anggota tim pendamping korban dari Lembaga Pendampingan dan Perlindungan Anak (LP2A) Jombang kemarin.

Dia menambahkan, selama ini dia bersama dinas terkait melakukan pendampingan terhadap para korban. Salah satu korban mengaku mendapat sempat dicekoki video porno sebelum disetubuhi. ”Jadi korban ini mengaku dikirimi video porno oleh pelaku lewat pesan singkat. Pelaku ini juga menyebut ingin bisa berhubungan layaknya di video itu, dan meyakinkan ke korbannya kalau hal itu tidak masalah dilakukan,” lanjutnya.

Dengan video itu, Sholahudin menyebut pelaku berupaya mempengaruhi pikiran si korban dan meyakinkannya jika perbuatan seperti di video tak masalah dilakukan. ”Korban tetap menolak, tapi karena takut, korban akhirnya terpaksa menuruti keinginan pelaku,” tambahnya.

Dikatakan Udin, meski sempat trauma, saat ini kondisi korban sudah stabil. Selain diberikan trauma healing, korban mengaku lega setelah pelaku ditangkap. ”Mereka ini merasa lega, sebab pelaku sudah tertangkap. Artinya mereka bisa bebas jadi objek nafsu menyimpang S,” tandas Udin.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres jombang AKP Cristian Kosasih belum bisa memberikan keterangan banyak. Dia hanya menegaskan masih terus mendalami proses penyidikan. ”Sampai saat ini pemeriksaan masih terus dilakukan,” singkat Cristian.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ngoro diringkus  jajaran Satreskrim Polres Jombang. Menyusul perbuatannya diduga mecabuli belasan santri di lingkungan pesantren. Pelaku berinisial S, 50. ”Awalnya ada dua orang tua santri yang melapor. Kemudian kita kembangkan hingga saat ini tercatat sudah ada enam korban yang kita periksa, namun jumlah itu bisa mengembang mengingat dugaan kami hingga belasan santri bahkan lebih,” terang Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho (15/2) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, perbuatan cabul pelaku sudah berjalan sekitar dua tahun. Dalam menjalankan aksinya, pelaku memperdayai para santrinya dengan bujuk rayu. Seperti keterangan korban, pelaku masuk mendatangi asrama korban pura-pura membangunkan santri untuk salat malam.

Usai menjalankan salat, pelaku melancarkan aksinya mencabuli santri. ”Pada saat membangunkan untuk salat tahajud, saat itu pelaku melakukan pencabulan,” terangnya.

Posisinya sebagai pimpinan ponpes menjadikan aksinya berjalan mulus. Meski sempat menolak, korban pun akhirnya pasrah menjadi objek pelampisan nafsu menyimpang sosok panutannya itu. ”Tersangka melakukan bujuk rayu, terlebih karena dia punya power sebagai pimpinan pesantren, jadi korbannya ada rasa takut juga mau menolak,” bebernya.

Tidak hanya tindakan cabul, dari hasil pemeriksaan perbuatan pelaku juga mengarah ke tindakan persetubuhan. ”Jadi dari hasil pemeriksaan, ada santri yang hanya dicabuli, ada juga yang mengarah ke tindak persetubuhan. Saat kejadian itu korban rata-rata masih usia 16 – 17 tahun,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 76 E jo Pasal 82 ayat 1 dan 2 dan Pasal 76 D jo Pasal 81 ayat 2 dan 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. ”Ancamannya minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar, bahkan karena dia ini wali dari santrinya, hukuman bisa ditambah sepertiga dari masa hukuman maksimalnya nanti,” pungkas Kapolres.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya