alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Banjir Meluas ke Tembelang

19 Februari 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

GENANGI JALAN: Aktivitas warga terganggu akibat banjir menggenangi permukiman warga Dusun/ Desa Pesantren, Tembelang (18/2).

GENANGI JALAN: Aktivitas warga terganggu akibat banjir menggenangi permukiman warga Dusun/ Desa Pesantren, Tembelang (18/2).

Share this      

JOMBANG – Luapan sungai Ngotok Ring Kanal di Kecamatan Tembelang membuat dua dusun di Desa Pesantren terendam banjir sejak Selasa (16/2) hingga kemarin. Sedikitnya, ada sekitar 67 rumah warga terdampak banjir.

Pantauan di lokasi, tampak permukiman warga di Dusun Kedunglempuk masih tergenang air. Selain menggenangi badan jalan, sebagian rumah warga air juga tergenang.

Sumini, 50, salah satu warga menerangkan, banjir yang menggenangi permukiman warga sudah memasuki hari ketiga sejak Selasa(16/2) lalu. ”Ketinggian air di hari pertama mencapai 60 sentiemer, kemudian sekarang berangsur surut tinggal 20 sentimeter,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, banjir di wilayahnya bukan sekali ini saja terjadi, namun hampir setiap tahun air meluap ke permukiman. Penyebabnya sama, yakni luapan dari Kali Ngotok Ring Kanal yang mengitari Desa Pesantren. ”Di belakang rumah warga sini kan ada sungai Ngotok Ring Kanal. Dan itu kalau hujan deras pasti meluap,’’ terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Achmad Wahyudi Kades Pesantren membenarkan kejadian banjir yang menggenang wilayahnya. ”Benar, ada dua dusun yang terdampak. Banjir akibat meluapnya aliran Kali Ngotok Ring Kanal,’’ ujar dia.

Sedikitnya, ada 67 rumah yang terdampak banjir. Mereka tersebar di Dusun Pesantren (Santrean) dan Dusun Kedunglempuk. ”Alhamdulillah sekarang sudah berangsur surut, sekarang ketinggian hanya sekitar 30 sentimeter,’’ papar dia.

Dijelaskan, meluapnya air dikarenakan debit Sungai Ngotok Ring Kanal tinggi. Biasanya, itu terjadi jika hujan di hulu deras. ”Dampaknya meluap ke permukiman dan sawah warga,’’ papar dia. Meski sudah berhari-hari rumahnya tergenang, tidak ada warga yang sampai mengungsi.”Rata- rata di rumah,’’ tandasnya.

Wahyudi menyebut, pada 2019 lalu Pemkab Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)Jombang telah melakukan normalisasi air sungai untuk mencegah banjir. Namun, hal itu masih perlu dilakukan akibat sedimentasi sungai yang masih terjadi. ”Karena setiap tahun banjir masih menggenang rumah warga,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP