alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Mengembang 15 Korban

Kasus Pencabulan Santri oleh Pimpinan Ponpes

19 Februari 2021, 08: 15: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Mengembang 15 Korban

Share this      

JOMBANG – Penyidikan kasus dugaan pencabulan belasan santri yang menjerat S, 50, salah satu pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ngoro terus didalami polisi. Selain enam korban yang sudah diperiksa, polisi sudah mengantongi sembilan santri lain yang diduga juga korban.

”Sampai sekarang korban yang kita periksa tetap sama 6 orang, namun dari hasil keterangan saksi, kita sudah kantongi 9 nama santri lain yang diduga juga jadi korban,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Cristian Kosasih kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (19/2).

Pihaknya berharap bisa mengorek keterangan dari sembilan santri tersebut untuk mendalami kasus. Hanya saja saat ini kesemuanya sudah meninggalkan pondok dan pulang ke rumah. ”Rata-rata, bukan warga Kabupaten Jombang. Tapi ke depan kita pasti juga akan jemput bola nanti untuk minta keterangan kepada korban lainnya,” imbuhnya.

Pihaknya juga menyebut masih terus menunggu laporan dari masyarakat berkaitan dengan kasus itu. ”Sampai saat ini masih dua yang melapor, namun jika memang orang tua lain merasa ada yang anaknya jadi korban, ya silakan saja melapor,” tegasnya.

Cristian menambahkan, hingga kemarin proses pemeriksaan saksi-saksi masih terus berjalan di Unit PPA. ”Untuk saksi sudah ada 9 orang. Jadi mulai korban enam itu, juga keluarga korban yang menerima cerita dari anaknya tentang tindakan pencabulan dan persetubuhan itu,” terang Cristian Kosasih, Kasatreskrim Polres Jombang.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ngoro diringkus  jajaran Satreskrim Polres Jombang. Menyusul perbuatannya diduga mecabuli belasan santri di lingkungan pesantren. Pelaku berinisial S, 50. ”Awalnya ada dua orang tua santri yang melapor. Kemudian kita kembangkan hingga saat ini tercatat sudah ada enam korban yang kita periksa, namun jumlah itu bisa mengembang mengingat dugaan kami hingga belasan santri bahkan lebih,” terang Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho (15/2) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, perbuatan cabul pelaku sudah berjalan sekitar dua tahun. Dalam menjalankan aksinya, pelaku memperdayai para santrinya dengan bujuk rayu. Seperti keterangan korban, pelaku masuk mendatangi asrama korban pura-pura membangunkan santri untuk salat malam.

Usai menjalankan salat, pelaku melancarkan aksinya mencabuli santri. ”Pada saat membangunkan untuk salat tahajud, saat itu pelaku melakukan pencabulan,” terangnya.

Posisinya sebagai pimpinan ponpes menjadikan aksinya berjalan mulus. Meski sempat menolak, korban pun akhirnya pasrah menjadi objek pelampisan nafsu menyimpang sosok panutannya itu. ”Tersangka melakukan bujuk rayu, terlebih karena dia punya power sebagai pimpinan pesantren, jadi korbannya ada rasa takut juga mau menolak,” bebernya.

Tidak hanya tindakan cabul, dari hasil pemeriksaan perbuatan pelaku juga mengarah ke tindakan persetubuhan. ”Jadi dari hasil pemeriksaan, ada santri yang hanya dicabuli, ada juga yang mengarah ke tindak persetubuhan. Saat kejadian itu korban rata-rata masih usia 16 – 17 tahun,” tandasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya