alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Longsoran Meluas, Warga Waswas Tanggul Brantas Jebol

19 Februari 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AMBROL: Kondisi tanggul Sungai Brantas di Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur ini ambrol sejak tahun lalu.

AMBROL: Kondisi tanggul Sungai Brantas di Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur ini ambrol sejak tahun lalu. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Warga Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang waswas. Menyusul, kondisi tanggul Sungai Brantas di wilayahnya kritis akibat longsor. Seiring derasnya arus, kerusakan tanggul semakin meluas.

Pantauan di lokasi,  muncul longsoran di salah satu titik tanggul parah. Luasannya mencapai sekitar 100 meter. lokasinya berdekatan dengan permukiman warga Dusun Jatipandak.

Suroso, 51, salah satu warga mengatakan, sebenarnya kerusakan tanggul sudah berlangsung sejak lama. Karena tak kunjung diperbaiki, area yang rusak semakin meluas terlebih saat debit Sungai Brantas tinggi. ”Ambrol mulai tahun lalu. Dan sekarang kalau debit air Brantas tinggi makin parah,’’ ujar terangnya.

Melihat kerusakan tanggul semakin parah, warga waswas ancaman tanggul jebol. ”Yang kita khawatirkan potensi tanggul jebol. Karena rembesan air itu menandakan kondisi tanggul yang sudah tidak lagi kuat menopang debit air,’’ terang laki laki yang bekerja sebagai penambang perahu ini.

Sejak tiga hari ini, lanjut dia, permukiman warga Dusun Jatipandak tergenang. Sumber air ditengarai dari tanggul yang kian menipis. Sehingga air merembes lewat bawah tanggul yang ketinggiannya sama dengan permukiman warga. ”Tergenangnya cuma 10-20 cm. Tapi bukan itu yang membuat kami resah mas. Melainkan potensi terjadinya tanggul jebol,’’ terang laki laki yang bekerja sebagai penambang prahu ini.

Dikonfirmasi terpisah, Subardi Kepala Desa Jatiduwur membenarkan terkait kerusakan tanggul sungai Brantas di Dusun Jatipandak. ”Sebenarnya ada tanggul lama sekitar 15 meter yang habis ambrol sejak beberapa tahun lalu. Sekarang yang mulai ambrol adalah tanggul baru,’’ ujar dia dikonfirmasi terpisah.

Dijelaskan, terkikisnya tanggul baru membuat satu dusunnya yakni Jatipandak terendam beberapa hari ini. Tanggul itu terletak di sisi utara permukiman warga. “Ya, sekitar tiga hari lalu saat debit Kali Brantas tinggi,’’ jelasnya.

Terkait titik tanggul Sungai Brantas yang longsor, ia sudah melaporkan ke Pemkab Jombang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Tahun lalu mereka sudah meninjau lokasi. ”Pada tahun lalu sudah disurvey, ada sejumlah petugas dari BBWS langsung yang foto-foto. Namun sampai sekarang belum ditindaklanjuti,’’ jelas dia.

Ia khawatir, jika tanggul yang ambrol dibiarkan maka tanggul tersebut akan jebol. Dampaknya, dikawatirkan akan membanjiri sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kesamben. ”Potensi risiko bencananya sangat tinggi. Tapi yang terkena langsung Dusun Jatipandak, ada 50 kepala keluarga (KK) disana,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya