alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Tiga Kali Pertemuan Belum Klir

Bangunan Di atas Lahan PT KAI

19 Februari 2021, 08: 55: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BERPOLEMIK: Sebagian bangunan di atas lahan PT KAI belum dibongkar.

BERPOLEMIK: Sebagian bangunan di atas lahan PT KAI belum dibongkar.

Share this      

JOMBANG – Bangunan di atas lahan PT KAI yang berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, terdampak proyek jembatan baru Ploso belum juga kelar. Sedikitnya sudah tiga kali pertemuan di awal tahun ini yang dilakukan. Namun hasilnya, belum ada keputusan.

Pantauan di lokasi, sejumlah bangunan yang berdiri di atas lahan milik PT KAI masih berdiri. Padahal pekerjaan pembangunan jembatan baru ini sudah dilaksanakan sejak akhir tahun lalu. ’’Jadi bangunan di atas PT KAI belum klir, sekarang belum dibongkar. Belum ada kesepakatan,’’ kata Sugeng Kades Rejoagung, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Ia menyebut, sebelumnya sudah ada pertemuan antara pemilik bangunan atau pihak penyewa lahan dengan PT KAI bersama dengan pihak Pemprov Jawa Timur. Pertemuan yang bertempat di balai desa ini juga dihadiri perwakilan dari kecamatan. Namun dalam pertemuan itu belum ada keputusan. Sehingga sampai sekarang pemilik bangunan belum melakukan pembongkaran. ’’Ini mau ada pertemuan lagi, cuma kapan belum ada kabar,’’ imbuh dia.

Disebutkan, sudah lebih dari tiga kali pertemuan dilakukan awal tahun ini. ’’Kemarin memang sudah ada pertemuan, sudah tiga kali kalau tidak salah,’’ tegasnya.

Suwignyo Camat Ploso, mengakui bila sudah ada pertemuan terkait polemik bangunan di atas lahan milik PT KAI tersebut. Harapan warga, memang ada tambahan selain biaya ongkos bongkar, yang sampai sekarang belum ada titik temu.  Adanya surat dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur yang diterima, justru tidak menyebut anggaran tambahan ongkos bongkar tersebur.

’’Yang jelas surat dari PU Bina Marga Jatim memang tidak ada anggaran tambahan. Keputusan dari sana begitu, surat sudah dikirim. Tinggal pertemuan lagi,’’ imbuh dia. Hanya saja, belum bisa dipastikan kapan pertemuan lanjutan tersebut bakal dilaksanakan. ’’Jadi yang menentukan PT KAI, masalahnya karena lahan mereka sudah siap,’’ tegas Suwignyo.

Besar kemungkinan, jelas dia, untuk menindaklanjuti surat itu bakal ada pembongkaran. ’’Pada akhirnya nanti akan dieksekusi, namun sekarang masih banyak yang dikerjakan. Termasuk meratakan depan saluran, karena sebelah utara ini tinggal pembongkaran,’’ sambungnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, polemik bangunan di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso masih berlanjut. Sebagian pemilik bangunan lebih menunggu pertemuan lanjutan seperti yang dijanjikan. Pertemuan ini untuk tindak lanjut permintaan ongkos tambahan biaya bongkar seperti yang sudah dijanjikan.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP