alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Nikmatnya Rujak Cingur Bu Bokin yang Melegenda

14 Februari 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

NIKMAT: Alfiah meracik bumbu rujak cingur sendiri sehingga rasanya sangat khas.

NIKMAT: Alfiah meracik bumbu rujak cingur sendiri sehingga rasanya sangat khas. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

PARA pecinta rujak, pasti tak asing dengan warung yang satu ini. Warung sederhana dengan menu utama rujak cingur, telah melegenda sejak 38 tahun lalu. Rasanya pun masih orisinil dengan bumbu petis yang khas.

Warung ini cukup tersembunyi, berada di dalam kota. Tempatnya sederhana berada di halaman depan rumah sang pemilik. “Sejak buka 1983 dulu, lokasinya memang tak pernah pindah, tetap di sini dan warungnya juga begini,” terang Alfiah 69 pemilik warung rujak cingur.

Sejak awal hingga sekarang, warung ini menyajikan menu utama rujak cingur, olahan makanan khas Jawa Timur. Olahan rujak berisi cingur atau hidung sapi, tauge dan kangkung rebus yang dipadu dengan irisan buah bengkoang, juga timun mentah. Ditambah tahu dan tempe goreng yang diiris. Untuk menambah kenyang, rujak akan ditambahkan dengan lontong.

Yang membuat berbeda adalah bumbu rujaknya. Alfiah terlihat sangat banyak menggunakan petis, selain kacang tanah juga cabai, gula dan garam sebagai penambah citarasa. “Petisnya juga kita pilih dan harus tetap hangat, itu kunci perbedaannya,” lanjutnya.

Bumbu untuk rujak cingur miliknya sangat kental. Berbeda dengan bumbu rujak lain yang dominan encer. Kental dan siraman bumbu yang melimpah inilah yang membuat rasa rujak di warungnya makin istimewa. “Rata-rata yang datang menyebut bumbunya enak, selain cingurnya juga asli, bagian hidung, tidak pakai kikil atau lainnya,” lontar dia.

Untuk menikmati seporsi rujak cingur, pelanggan yang datang cukup membayar Rp 18 ribu. Warung yang hanya buka siang hingga sore ini setiap hari bisa menjual hingga puluhan porsi rujak. “Kalau dulu bisa sampai ratusan porsi setiap hari. Sekarang dibatasi, sudah tidak kuat tenaganya,” pungkas Alfiah.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya