alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Teruslah Berselancar

07 Februari 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Petrus Harianto STh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Petrus Harianto STh

Share this      

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya tetap bahagia mengarungi kehidupan walaupun menghadapi ombak besar.

’’Ombak yang besar adalah hal yang paling dicari dan disenangi oleh para peselancar,’’ tuturnya. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia.

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13).

Ada satu keasyikan yang luar biasa bagi si peselancar untuk mengarungi dan menembus gelombang yang besar dan tinggi. Mungkin bagi kita yang tidak bisa berselancar, ombak yang besar itu merupakan ancaman dan musibah yang membinasakan hidup.

Tetapi bagi sang peselancar, ombak yang besar adalah sahabat yang menjadikan dirinya menjadi kuat dan tangguh. Tangguh karena segala risiko dan ancaman ombak dan gelombang yang besar dapat ditaklukan.

Dalam kehidupan yang kita jalani, dibutuhkan ombak dan gelombang yang besar untuk melatih hidup ini menjadi kokoh dan tangguh.

Ombak dan gelombang yang besar itu diperoleh melalui pencobaan dan kesukaran serta penderitaan hidup yang dialami manusia. Setiap orang diharuskan masuk dan menembus gelombang yang besar untuk mengalami terobosan-terobosan yang indah dalam hidupnya.

Teruslah berselancar dalam arus dan gelora ombak kehidupan yang menimpa dan menghempas diri dan hidup ini. Alamilah kuasa dan kekuatan serta kehadiran Allah dalam gelora dan gelombang kehidupan.

Tangan Allah yang kuat itulah yang menggenggam erat sehingga kita tidak akan terpental dan terpelanting karena ombak tersebut. ’’Teruslah berselancar dan temukanlah terobosan-terobosan terindah dalam hidup ini,’’ pesannya.

Tahun 2005 saya mengalami kecelakaan di dekitar daerah Ngawi. Saat saya melaksanakan tugas dalam pekerjaan. Mobil terguling dan saya mengalami luka yang lumayan parah. Bagian dahi saya terluka dan harus dijahit dengan 18 jahitan.

Puji Tuhan saya tidak sampai pingsan. Darah yang keluar begitu banyak sampai menurut teman saya, wajah saya penuh dengan darah.

Dalam keadaan seperti itu sempat terlintas rasa takut dan kecewa, mengapa saya harus alami ini. Namun di saat gelisah, Roh Kudus ingatkan saya, hidup saya ada di tangan Tuhan. Dan Tuhan punya rencana yang indah bagi saya. Kalau lihat luka-luka yang saya alami, itu cukup berisiko besar.

Saya dimungkinkan alami pendarahan  otak. Tapi Tuhan Yesus meluputkan semua itu. Hasil CT-Scan bagus.

Ada dua hal yang saya dapatkan dari peristiwa ini. Pertama, saya alami mukjizat pertolongan Tuhan. Kedua, itu cara Tuhan mengingatkan akan panggilan saya untuk menyerahkan diri sepenuh waktu menjadi seorang hamba Allah.

Di balik ombak persoalan yang terjadi, Tuhan sudah sediakan rencana yang indah. Saya menikmati berselancar dalam ombak persoalan bersama Tuhan dan saya menikmati hasil yang indah yang sudah Tuhan Yesus sediakan.

’’Ingatlah bahwa Tuhan itu mengemas berkat dan anugrah-Nya tidak selalu dengan hal-hal yang indah, baik dan manis saja.

Terkadang persoalan yang berat, besar dan rumit itu sebagai kemasannya, agar setiap anak-anak-Nya menjadi tangguh dan kuat serta menjadi cakap dalam menanggung segala macam perkara. Teruslah berselancar bersama Yesus. Imanuel,’’ pungkasnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP
Artikel Lainya