alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Ratusan Rumah Warga Masih Terendam

Hampir Dua Pekan Banjir di Jombok Belum Surut

13 Januari 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BELUM SURUT: Hampir dua pekan banjir menerjang permukiman warga Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben.

BELUM SURUT: Hampir dua pekan banjir menerjang permukiman warga Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Hampir dua pekan, banjir yang melanda wilayah permukiman warga Desa Jombok, Kecamatan Kesamben belum juga surut. Ketinggian air masih bertahan rata-rata 80 sentimeter hingga satu meter.

Pantauan di lokasi, terlihat air masih menggenangi wilayah permukiman warga. Ketinggian air mencapai pinggul orang dewasa.  Selain menggenangi permukaan jalan, banjir juga masuk rumah-rumah warga. Sebagian warga bahkan sudah mengungsi, sementara tak sedikit warga yang masih bertahan.

Camat Kesamben, Agus Santoso mengatakan, hingga Selasa (12/1) kemarin banjir yang menggenangi permukiman warga masih masih bertahan.

Dari laporan yang dia terima, tercatat sekitar 230 rumah warga di Dusun Beluk, Desa Jombok terdampak banjir. ”Ada sekitar 150 rumah air naik sekitar 40 sentimeter di dalam rumah,” bebernya.

Selain itu, banjir juga menggenangi permukaan jalan utama desa hingga areal persawahan. ”Tak hanya rumah, sekitar 100 hektare area persawahan di Desa Jombok juga terdampak banjir,’’ papar dia.

Selain itu, banjir juga menerjang puluhan rumah warga di Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben.  Ketinggian air di sejumlah titik mencapai hingga  pinggul orang dewasa.

”Di Dusun Kedondong ada skeitar 80 rumah warga terendam. ketinggian air yang masuk rumah sekitar 35 sentimeter,’ ’ imbuhnya.

Sebagai upaya, pihaknya bersama pemerintah desa dan Pemkab Jombang sudah mendirikan posko dapur umum dan posko kesehatan. ”Posko dapur umum di Balai Desa Jombok, kalau posko kesehatan ditempatkan di rumah salah satu perangkat desa,” bebernya.

Sementara itu, Ngatinah, 61, warga salah satu warga menyebut, banjir yang melanda wilayahnya sudah hampir dua pekan berlangsung.

Bukannya surut, justru belakangan dikatakan volume air kian parah. ”Sudah seminggu lebih nggak surut-surut, malah sekarang naik airnya,” bebernya.

Dia menyebut, banjir disebabkan luapan Afvoer Watudakon. ”Tidak cuma rumah,  sawah juga tergenang semua,” bebernya. Meski banjir sudah memasuki rumahnya, dia memilih bertahan.

Sebelumnya, Dinas PUPR Jombang sudah melakukan upaya penanganan banjir yang menerjang ratusan rumah di Desa Jombok. Salah satunya pembersihan sampah di titik jembatan dan siphon irigasi.

”Dari pengecekan memang faktor utamanya ada dua ya, sampah dan debit air. Kombinasi itu yang mengakibatkan afvoer-nya meluap,” ungkap Miftahul Ulum, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang.

 Ulum, menyebut debit sejumlah sungai dan saluran yang bermuara di afvoer Watudakon memang terhitung tinggi, khususnya dalam beberapa minggu terakhir. Parahnya, air yang datang itu juga membawa sejumlah material berupa sampah.

”Banyak ditemukan sampah baik tanaman enceng gondok, ranting juga sampah lain yang nyantol di jembatan dan screen (penyaring) siphon, sehingga air tertahan,” lanjutnya. Direncanakan, mulai Senin (4/1) sore, beberapa alat berat milik Dinas PUPR bakal digeser ke lokasi siphon Watudakon untuk mempermudah proses evakuasi sampah dalam saluran.

”Jadi kita start Selasa (5/1) pagi dengan alat berat, sehingga pengangkatannya akan jauh lebih cepat,” tambahnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP