alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Klaim Empat Rumah Rusak

Dampak Pekerjaan Jembatan Baru Ploso

13 Januari 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TERDAMPAK: Salah satu rumah terdampak pemancangan jembatan baru Ploso ini terlihat retak.

TERDAMPAK: Salah satu rumah terdampak pemancangan jembatan baru Ploso ini terlihat retak. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Dampak rumah retak atas pekerjaan jembatan baru Ploso di Dusun Dolok, Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, diakui PT Waskita sebagai kontraktor proyek. Hanya saja, data sementara ada empat rumah warga yang rusak dan belum diberi kompensasi.

Bangun Wicaksono Site Administration Manager PT Waskita, menyampaikan sudah ada pertemuan dengan warga dan aparatur desa setempat. Pertemuan itu dilakukan sebelum pekerjaan pemancangan dimulai.

’’Yang sudah kita lakukan melakukan sosialisasi beberapa kali bersama perangkat desa dan warga. Untuk pekerjaan pancang ini estimasi berapa bulan dan dampaknya. Jadi sudah kami antisipasi,’’ katanya Selasa kemarin (12/1).

Dari pertemuan itu disampaikannya sudah ada keputusan. Terdapat 46 rumah masuk data terdampak proyek. Mulai dari dampak bising, debu hingga muncul kerusakan bangunan.

Hanya saja, saat pekerjaan pemancangan berlangsung, terdapat data tambahan 32 rumah. ’’Ýang survei awal hasil kesepakatan 46 rumah, tapi ada tambahan 32 rumah susulan. Jadi total sementara 78 rumah,’’ sebut dia.

Meski begitu, berdasar data sementara, rumah warga yang mengalami kerusakan tak begitu banyak. ’’Untuk yang retak sendiri sebenarnya tidak banyak, yang komplin baru ada empat rumah. Itupun sebenarnya di luar kesepakatan awal,’’ terangnya.

Disinggung terkait kompensasi, dia mengaku sudah ada kesepakatan. ’’Misal kalau ada rusak, pokok ada dampaknya. Istilahnya ada uang kerohiman, dan sudah kita sosialisasikan juga,’’ papar Bangun.

Saat ini pihaknya masih melakukan pengajuan ke perusahaan. Pergantian dan penambahan data, lanjutnya, yang membuat kompensasi sementara belum bisa diberikan. ’’Jadi sudah diajukan, tapi saya tarik lagi untuk revisi data karena ada data susulan yang masuk,’’ ungkap dia.

Dia berjanji dalam waktu dekat bakal menindaklanjuti keluhan rumah warga yang rusak tersebut. ’’Kita usahakan bulan ini sudah klir. Karena pekerjaan pancang sudah selesai. Arahannya kita bayar per bulan. Ini sudah dua bulan. Intinya sebisa mungkin dua bulan langsung kita berikan,’’ bebernya serius.

Dirinya tak menampik dampak pemancangan yang dirasakan warga sekitar. Mengingat jarak lokasi proyek dengan rumah warga sangat berdekatan. ’’Untuk getaran sebenarnya sudah kami minimalisir, kita pakai galian untuk peredam. Tetapi kami sendiri tidak bisa memungkiri itu (getaran, Red),’’ pungkas Bangun.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP