alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Semalam Tembak Mati 1.300 Ekor Tikus

Hama Tikus Kian Tak Terkendali

12 Januari 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BURU HAMA: Ribuan ekor hama tikus hasil buruan petani di Desa Betek, Kec. Mojoagung.

BURU HAMA: Ribuan ekor hama tikus hasil buruan petani di Desa Betek, Kec. Mojoagung.

Share this      

JOMBANG – Memasuki awal musim tanam, petani di Desa Betek, Kecamatan Betek resah dengan serangan hama tikus. Bibit padi yang baru ditanam sebagian rusak diserang.

Berbagai upaya dilakukan petani mulai pemberian racun hingga menyewa jasa pemburu. Tak tanggung-tanggung, dalam semalam sedikitnya 1.300 ekor tikus berhasil ditembak mati.

M Faruq Kades Betek mengakui serangan hama tikus di wilayahnya masih masif. Beberapa petak bibit padi yang baru ditanam tak luput dari serangan. ’’Jadi serangan masih ada, paling parah ini di Dusun Betek Barat, sekarang nyerang tanaman padi usia 10 hari,’’ kata Faruq kepada Jawa Pos Radar Jombang Senin (11/1) kemarin.

Dijelaskan, beberapa upaya sudah dilakukan petani untuk menanggulangi hama tikus, namun hasilnya belum maksimal. Tak ingin kerusakan tanaman kian meluas, petani pun sepakat menyewa jasa pemburu tikus.

’’Sudah ada upaya kemarin, mulai tembak sampai racun dan obat. Untuk tembak jitu kita laksanakan Sabtu (9/1) malam, dapat 1.300 ekor,’’ sebut dia.

Juru tembak tikus itu lanjut dia, disewa dari Kecamatan Kesamben. Harapannya bisa menanggulangi serangan hama pengerat. ’’Jadi kemarin ambil juru tembak dari Kesamben,’’ sambung Faruq.

Diakui, wilayah setempat sudah terdapat bantuan rumah burung hantu (rubuha) dari dinas terkait. Namun, dirasa masih belum efektif menanggulangi hama tikus. ’’Untuk rubuha memang tidak maksimal, soalnya musim hujan. Kalau musim hujan ini kan burung hantu jarang keluar,’’ papar dia lagi.

Menurutnya, dari sejumlah rubuha yang ada hampir seluruhnya dihuni. Kendati demikian, hama tikus masih masif menyerang tanaman petani. ’’Rata-rata sudah ada burungnya, cuma belum maksimal saja,’’ tutur Faruq.

Disebutkan, di dusun setempat terdapat lahan pertanian mencapai sekitar 110 hektare. Saat ini mayoritas sudah ditanami padi.

’’Yang diserang berapa luasnya belum tahu, karena belum tanam 100 persen. Kemungkinan baru 80 persen yang tanam. Ya mohon doanya biar cepat hilang tikusnya,’’ pungkas Faruq.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP