alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kades Tambar Segera Hadapi Tuntutan Terkait Pengelolaan Limbah B3

12 Januari 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

ilustrasi hukum

ilustrasi hukum

Share this      

JOMBANG - Sidang kasus dugaan pengolahan limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) dengan tersangka Jawahirul Fuad memasuki babak baru. Dalam waktu dekat, JPU akan membacakan tuntutan terhadap oknum kades ini.

”Proses pemeriksaan saksi sudah selesai, tinggal pembacaan tuntutan. Sesuai agenda sidang pembacaan tuntutan digelar Rabu (13/1) nanti,” terang Aldi Demas Akira, kepala sub seksi penuntutan tindak pidana umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, kemarin.

Dia menambahkan, sebelumnya sejumlah saksi sudah memberikan keterangan dalam persidangan. Di antaranya saksi dari karyawan UD Logam Jaya sebanyak satu orang, dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang dua orang dan dari ahli dua orang. ”Pemeriksaan terhadap terdakwa sudah termasuk pemeriksaan setempat (di lokasi, Red) juga sudah,” tegasnya.

Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan materi yang dibutuhkan jelang sidang pembacaan tuntutan. ”Sesuai jadwal dalam minggu ini sudah pembacaan. Karena masih pendemi proses sidang digelar virtual,” singkat Demas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra) menetapkan JF, pemilik UD Logam Jaya sebagai tersangka kasus dugaan pengelolaan limbah abu aluminum tak berizin. Karena lokusnya di wilayah Kabupaten Jombang, proses penuntutan dilimpahkan ke Kejari Jombang.

Selain menetapkan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dross dan slag aluminium dibungkus dalam karung plastik (glangsing) sekitar tiga rit yang diletakkan dalam tiga gudang, Limbah abu sisa peleburan dross dan slag aluminium dibungkus dalam karung plastik (glangsing) diletakkan dalam satu gudang, mesin gilingan slag aluminium sebanyak enam unit, dan mesin ayakan slag aluminium sebanyak tiga unit.

Atas perbuatannya, JF dijerat melanggar Pasal 102, 103 jo Pasal 59 ayat (4), dan atau Pasal 104 jo Pasal 60, dan atau Pasal 109 jo Pasal 36 UU RI nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP