alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Melihat Perjuangan Relawan Posko Dapur Umum

Sehari Masak 1.400 Porsi, Dibagikan ke Warga

12 Januari 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

UNTUK WARGA: Sejumlah relawan Tagana memasak di dapur umum untuk kebutuhan makan warga.

UNTUK WARGA: Sejumlah relawan Tagana memasak di dapur umum untuk kebutuhan makan warga. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Di tengah pendemi Covid-19, beban warga Dusun beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben bertambah. Betapa tidak, terhitung sejak awal tahun, wilayah permukiman warga diterjang banjir. Beruntung beban warga terbantu dengan keberadaan posko dapur umum yang setiap harinya menyalurkan bantuan makanan bagi warga terdampak, seperti apa?

ANGGI FRIDIANTO, Kesamben

Terhitung sejak awal tahun, banjir sudah sebelas hari menggenangi permukiman warga yang tinggal di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, warga banyak mengandalkan bantuan. Pasalnya, selain keterbatasan air bersih, warga pun kesulitan memasak lantaran seisi rumahnya dipenuhi genangan air.

Beruntung, warga banyak terbantu dengan keberadaan posko dapur umum di lokasi. Seiring luapan banjir kian parah, kebutuhan makanan untuk warga pun bertambah. Dalam sehari, relawan harus memasak hingga 1.400 porsi untuk kebutuhan makan warga pagi dan sore.

”Untuk kebutuhan logistik makanan kita memakai anggaran dari dinsos dan BPBD. Insya Allah tidak sampai kekurangan,’’ ujar Ismu Hidayat, senior Tagana kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (11/1).

Dijelaskan, warga mendapat jatah dua kali makan, yakni pagi dan sore. Sehingga kalau dikalkulasi jumlahnya mencapai 1.400 porsi. ”Pemberiannya makanan kita antarkan secara door to door kepada warga,’’ imbuhnya.

Hidayat menambahkan, untuk menu makanan yang diberikan kepada warga setiap hari berbeda. Sejumlah relawan yang bertugas di dapur umum memasak dengan bahan segar yang didapat dari belanja di pasar.

”Lauknya bermacam-macam, misalnya ayam goreng pakai lalapan hingga sayur lodeh. Selama ini kita tidak pernah membuat makanan instan seperti mie atau sarden karena mereka akan bosan,’’ jelas dia.

Lantas sampai kapan posko dapur umum akan beroperasi, Hidayat menyebutsampai air surut dan warga bisa beraktivitas secara normal. ”Kalau sudah surut hingga tidak ada warga terdampak dan mereka bisa beraktivitas secara normal baru kemudian kita cabut dari lokasi Desa Jombok,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP