alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Hari ke-11, Banjir di Jombok Semakin Parah

Sebagian Warga Mulai Mengungsi

12 Januari 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MAKIN PARAH: Banjir yang melanda di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben makin parah kemarin.

MAKIN PARAH: Banjir yang melanda di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben makin parah kemarin. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Memasuki hari ke-11, banjir yang menerjang permukiman warga di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben belum juga surut, sebaliknya air semakin naik. Ketinggian air yang di rumah-rumah bahkan mencapai rata-rata 70 -80 sentimeter. Beberapa warga terpaksa mengungsi.

Pantauan di lokasi Senin (11/1) pagi. Lalu lalang warga sibuk mengemasi barang-barang  berharga ke tempat yang lebih aman. Meski memiliki kendaraan motor, warga terpaksa harus berjalan kaki dikarenakan banjir juga menggenangi jalan utama desa. Beberapa petugas dan relawan terlihat membantu warga mengangkat barang.

Sri utami, 42, salah satu warga Dusun Beluk mengaku  terpaksa mengungsi ke  tempat yang lebih aman lantaran ketinggian air yang masuk di dalam rumahnya sudah mencapai paha orang dewasa.

”Kemarin masih setinggi tumit, sekarang sudah hampir sepaha saya,’’ ujar dia kepada sejumlah wartawan.

Sebelum mengungsi, dia dan suaminya harus berjibaku mengemasi semua barang-barang berharga seperti TV, motor, hingga peralatan dapur ke tempat lebih aman. ”Untuk barang- barang elektronik saya taruh di atas almari dan meja yang lebih tinggi,’’ papar dia.

Utami mengaku, sudah menemukan tempat tinggal sementara yang aman dari  banjir. Yakni di sebuah kos-kosan tak jauh dari tempat ia tinggal. ”Anak saya sudah di sana. Ini saya mengambil barang berharga,’’ jelas dia.

Dikonfirmasi terpisah, Sustiyo Budiyanto Kepala Dusun Beluk membenarkan di hari ke -11 kemarin kondisi air semakin tinggi. Dia menyebut, penyebabnya adalah luberan air dari Afvoer Watudakon disebabkan bangunan Sihpon Pageryung, Mojokerto tak berfungsi maksimal.

”Jadi filter sampah yang ada di DAM siphon itu sudah kita lepas, tapi bagian atas saja. Namun bawahnya belum kita lepas sehingga air tidak bisa mengalir secara normal,’’ papar dia.

Dijelaskan, ketinggian air yang melanda Dusun Beluk mulai 80 sentimeter sampai 1 meter. ”Kalau di jalan sekitar 1 meter, tapi kalau di pemukiman sekitar 70-80 sentimeter,’’ papar dia.

Dia menyebut, data yang dia terima, sampai saat ini sekitar 170 rumah terdampak banjir. Selain itu, tercatat ada 80 hektare areal sawah terendam banjir. ”Sehingga kita sangat mengharapkan bantuan bibit agar mereka nanti bisa menanam kembali, ’’ papar dia.

Diakui, tak semua warga bersedia mengungsi. Bahkan, beberapa warga memilih tetap tinggal dirumah mereka meski kondisinya banjir. ”Karena kondisi psikolgis orang kan beda beda. Ada yang lebih nyaman kalau dirumah, sembari menunggu air surut,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP