alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Bupati Hj Mundjidah Wahab Dorong Pembangunan Pertanian

12 Januari 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Bupati Hj Mundjidah Wahab saat mengikuti Rakernas  Pembangunan Pertanian 2021 secara virtual di JCC Pemkab Jombang, kemarin.

Bupati Hj Mundjidah Wahab saat mengikuti Rakernas Pembangunan Pertanian 2021 secara virtual di JCC Pemkab Jombang, kemarin.

Share this      

JOMBANG – Bupati Hj Mundjidah Wahab terus mendorong pembangunan pertanian. Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan visi Jombang berkarakter dan berdaya saing.

’’Pemkab Jombang mendukung penuh program-program pembangunan pertanian nasional 2021,’’ tegasnya usai mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2021 secara virtual dari Jombang Command Center (JCC) Pemkab Jombang, kemarin.

Di antara pembangunan pertanian Jombang itu menyiapkan kawasan agropolitan di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Mojowarno, Bareng, Wonosalam dan Ngoro.

Agropolitan yang dimaksud ini kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis. Serta mampu melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian di wilayah sekitarnya.

Guna mempercepat terwujudnya agropolitan di empat kecamatan ini pemerintah bekerja keroyokan. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) fokus mendukung terciptanya agropolitan, sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Dinas Pertanian mulai tahun lalu membagikan 143.000 bibit pisang. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun jalan usaha tani agar mobilitas hasil pertanian berjalan lancar. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata mendidik masyarakat agar sadar wisata. Dinas Ketahanan Pangan mengembangkan hasil produk olahan.

Rakernas itu sendiri dibuka Presiden RI  Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Negara, Jakarta. Dalam kesempatan ini Jokowi mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian menempati posisi paling sentral.

Badan pertanian PBB (FAO) sudah memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan, dan hal ini perlu diantisipasi. ’’Distribusi pangan dunia menjadi terkendala. Dalam minggu terakhir ini kedelai menjadi isu paling disorot,’’ katanya.

Jokowi minta pengelolaan pangan lebih serius lagi. Mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta lebih.

’’Pengelolaan pangan harus menjadi concern utama. Pembangunan pertanian harus serius. Terutama yang berkaitan dengan komoditas impor seperti kedelai, jagung, gula, bawang putih dan beras,’’ tegasnya.

Problem dari dulu terkait masalah impor khususnya kedelai, lanjut Presiden, adalah petani tidak mau tanam karena harganya kalah dengan kedelai impor. Menurut Jokowi, kalau harga tidak kompetitif, maka akan sulit untuk bersaing. ’’Solusi untuk ini adalah lahan yang luas agar bisa ditanami,’’ urai dia. 

Urusan pupuk dan benih memang penting tetapi yang lebih penting adalah menyediakan lahan luas. ’’Bicara pupuk, setahun subsidi pupuk mencapai Rp 33 triliun, return-nya apa, apakah produksi naik atau bagaimana? Angka ini besar dan harus dievaluasi.

Pembangunan pertanian harus skala luas atau economic scale dan teknologi pertanian dipakai. Sehingga harga pokok produksi bisa bersaing dengan impor,’’ terangnya.  

Khusus untuk beras, kata Jokowi, Indonesia sudah mengalami kemajuan. Karena sudah dua tahun tidak impor beras. Ini harus konsisten untuk tahun mendatang. Menurutnya, urusan gula, kedelai, bawang putih harus menjadi catatan karena impor masih jutaan ton.

Ini harus dicarikan design yang baik agar bisa diselesaikan. ’’Kita harus membangun kawasan economic scale, tidak bisa kecil lagi. Makanya saya dorong pembangunan food estate agar rampung,’’ tambahnya.

Dia minta hal itu menjadi catatan penting dan harus segera diselesaikan. ’’Jangan hanya melakukan program dan kinerja rutinitas yang monoton. Untuk memperkuat food estate, areal tanam akan terus diperluas dan ekspansi ke beberapa daerah,’’ bebernya.

Terobosan lain adalah seribu desa perkebunan rumah tangga. Setiap lahan rumah bisa dimanfaatkan untuk perkebunan. ’’Lihat di lapangan apa problemnya, bagaimana teknologinya,’’ pesan Jokowi.

Pihaknya menyebut, di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara, food estate-nya sudah rampung tahun ini. Sehingga akan menjadi contoh bagi provinsi lain.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Rakernas digelar dalam rangka penyusunan program kerja Kementerian Pertanian 2021 dengan arah pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern.

Arah pembangunan Kementerian Pertanian adalah meningkatkan produktivitas beserta program pendukung terkait peningkatan produktivitas, dan diversifikasi pangan. Serta mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Guna mewujudkan ketahanan pangan dan nilai tambah ekspor. ’’Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, daerah yang mengalami defisit akan dikunjungi dan diberikan solusi. Setiap Provinsi harus ada pangan lokal seperti pisang, sagu, dan sorgum,’’ pungkasnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP