alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pemkab Jombang Siap Laksanakan Vaksinasi Covid-19

11 Januari 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

SERIUS: Bupati Hj Mundjidah Wahab saat rapat koordinasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di JCC Pemkab Jombang, Jumat (8/1).

SERIUS: Bupati Hj Mundjidah Wahab saat rapat koordinasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di JCC Pemkab Jombang, Jumat (8/1).

Share this      

JOMBANG - Bupati Hj Mundjidah Wahab menegaskan Pemkab Jombang siap melaksanakan vaksinasi Covid-19. Vaksinasi untuk Presiden Jokowi dan pejabat pusat akan dilaksnaakan 13 Januari. Sedangkan untuk pejabat daerah dilaksanakan 14-15 Januari.

’’Pemkab Jombang siap melaksanakan vaksinasi Covid-19,’’ kata Mundjidah usai rapat koordinasi (rakor) terkait pelaksanaan vaksinasi Covi-19 bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta, secara virtual di ruang Jombang Command Center (JCC), Pemkab Jombang, Jumat (8/1).

Mundjidah mengikuti rakor didampingi Kapolres AKBP Agung Setyo Nugroho, Kasdim 0814 Mayor Inf M.Rum Harjoono, Sekdakab Akhmad Jazuli serta Asisten Hari Oetomo serta Kepala Dinas Kominfo Budi Winarno.

Pada tahap pertama, Jombang mendapat kuota  vaksin  3.841 untuk pejabat, tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat.  Guna meyakinkan masyarakat vaksin aman.

Rakor bertujuan mempercepat penanganan dan persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Rakor dimoderatori Sekdaprov, Heru Tjahjono.

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah, meminta seluruh bupati, walikota, Kapolres, Dandim, Babinsa hingga kepala desa tetap mewaspadai bahaya pandemic Covid-19.

Pasalnya, dari hasil diskusi dengan tim dokter RSUD Dr Soetomo, beberapa bulan terakhir mulai ditemukan kasus reinfeksi. Yakni pasien Covid-19 yang sudah sembuh namun kembali positif.

’’Ada beberapa orang yang sudah swap tiga kali negatif, terus positif dan swap tiga kali lagi dan positif,’’ tuturnya.

Khofifah minta Pemkab dan Pemkot tetap mewaspadai pasien yang terkonfirmasi positif agar melanjutkan isolasi mandiri setelah dinyatakan sembuh dan tidak serta merta kembali ke rumah. Sebab dikhawatirkan bisa menularkan ke keluarganya.

Untuk proses persiapan pelaksanaan vaksinasi, Khofifah berharap ada pengawalan yang ketat mulai hulu hingga hilir oleh TNI dan Polri. Seperti halnya dilakukan oleh pemerintah pusat yang melakukan pengawalan perjalanan vaksin mulai dari Biofarma hingga ke masing-masing titik dan provinsi.

’’Itu semua dikawal oleh TNI dan Polri karena memang ini sesuatu yang begitu memberikan efek pada proses penyembuhan diri dan keluarga, akhirnya adalah kepuasan dan ketahanan nasional,’’ ujarnya.

Khofifah minta kepala daerah berserta forkopimda mengawal proses vaksinasi Covid-19. Serta mengecek dan mengkoordinasikan kesiapan dan teknisnya dengan pihak terkait. ’’Agar semua proses pelaksanaannya berjalan efektif,’’ tegasnya.

Khofifah juga menyinggung pendataan dan penetapan fasilitas pelayanan kesehatan pelaksana vaksinasi Covid 19.

Dia juga minta semua daerah mengecek ulang lemari es tempat penyimpanan vaksin dan ruang observasi. Juga ruang tunggu yang sesuai dengan protocol kesehatan.  ’’Layanan Puskesmas harus sesuai dengan standar vaksinasi,’’ jelasnya.

Pasca libur Natal dan tahun baru, dia menyebut ada kenaikan cukup signifikan pasien terkonfirmasi positif dan kematian akibat Covid-19.  ’’Ini angka tertinggi sejak ada Covid-19 di Jatim. Pada 31 Desember 935, saya kira sudah top-nya, ternyata tanggal 7 Januari lebih tinggi lagi, 948. Secara nasional kemarin juga tertinggi,’’ urainya.

Data-data itu bicara banyak hal. ’’Kita perlu mengambil langkah-langkah lebih sistemik dan strategis,’’ tegasnya. (Pemkab Jombang)

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP