alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Banjir di Jombok Kembali Naik dan Masuk Hari ke-10

11 Januari 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MASIH TERGENANG: Banjir masih menggenangi wilayah permukiman warga di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben kemarin.

MASIH TERGENANG: Banjir masih menggenangi wilayah permukiman warga di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben kemarin. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Genap 10 hari banjir menggenangi wilayah permukiman warga di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. setelah sebelumnya sempat surut, air kembali menerjang rumah-rumah warga seiring meluapnya aliran air di Afvoer Watudakon.

Pantauan dilokasi, ketinggian air mencapai 30 - 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Air juga masuk ke rumah-rumah warga. Untuk meminimalisir terjangan banjir, sebagian warga memasang tembok penahan dari tumpukan karung yang diisi tanah.

Khodir, 50, salah satu warga memilih tetap tinggal di rumah sembari menjaga barang-barangnya. ”Ya Cuma saya buatkan pagar dari karung diisi dengan tanah,’’ ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Dia mengatakan, sejak banjir pertama  di awal tahun (1/1) lalu, banjir yang mengenangi wilayah permukiman warga tak kunjung surut. ”Sebenarnya Kamis (7/1) mulai surut, tapi datang lagi airnya, jadi naik lagi,” bebernya.

Dikatakan, salah satu penyebab banjir dikarenakan ada kiriman air dari hulu yang membuat Afvoer Watudakon kembali meluap. ”Karena di sini dari kemarin cuma gerimis saja, jadi itu memang air dari atas,’’ tambahnya.

Selain merendam rumah-rumah warga, banjir juga menggenangi areal persawahan hingga jalan utama penghubung Kesamben – Mojokerto. ”Jadi hampir dipastikan tanaman petani juga rusak,” bebernya.

Menurutnya, selain aktivitas warga terganggu, saking lamanya banjir  juga berdampak ke kesehatan warga. ”Sebagian warga ada yang mengeluhkan gatal-gatal dan diare, khususnya lansia, termasuk psikologis,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan Zarodi, 47, warga lainnya. Sejauh ini, kebutuhan makanan bagi warga sudah dicukupi petugas yang yang ada di dapur umum. Mereka setiap hari mengirimkan nasi bungkus untuk warga.

Tak hanya itu, beberapa hari ini sejumlah komunitas, perusahaan juga ikut peduli membantu warga terdampak dengan mengirimkan sembako, obat-obatan dan makanan instan. ”Seperti hari ini ada bantuan sembako sebanyak 50 bungkus untuk lansia dan janda,’’ papar dia.

Dijelaskan, sedikitnya ada dua dusun yang terdampak banjir. Pertama Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan kesamben dan Dusun Beluk, Desa Jombok. ”Namun yang di Kedondong tidak parah. Hanya menggenangi jalan saja,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP