alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Tiga Hari Underpass Jalan Tol di Bandarkedungmulyo Jadi Kolam

10 Januari 2021, 16: 56: 15 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BERGANTIAN: Kendaraan yang melintas di underpass ini harus bergantian dengan pengendara lain.

BERGANTIAN: Kendaraan yang melintas di underpass ini harus bergantian dengan pengendara lain.

Share this      

JOMBANG – Kondisi underpass jalan tol Kertosono-Bandar di Dusun Kedunggabus, Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang tak bisa dilalui normal. Sebab, tiga hari terakhir terendam air hingga ketinggian 50 sentimeter.

Seperti terpantau Sabtu kemarin (9/1), air berwarna kecokelatan membanjiri bagian terowongan. Mulai dari ujung masuk hingga keluar, air nampak begitu banyak. Menurut Gatot Siswanto salah satu warga, banjir underpass terlihat sejak satu minggu lalu.

’’Banjirnya sudah lama, mulai hujan seminggu lalu. Yang parah tiga hari terakhir. Sampai sekarang belum surut,’’ katanya. Selama tiga hari air tak kunjung surut, menurutnya lantaran air berasal dari luapan Afvoer Besuk. ’’Air dari sungai meluap ke sawah, lalu dari sawah tidak bisa ngalir akhirnya numpuk di sini (underpass, Red),’’ imbuh dia.

Akibatnya, akses jalan tidak berfungi maksimal. Beberapa pengguna jalan yang melintas harus bergantian. ’’Jadi kalau sepeda motor lewat trotoar, sementara mobil masih bisa,’’ sambung laki-laki 59 tahun ini.

Tak sedikit pengendara roda dua yang nekat menerobos, tak bisa melanjutkan perjalanan. Lantaran mesin mati. Menurut dia, warga sudah berupaya membendung air agar tak masuk underpass. Namun belum membuahkan hasil.

’’Jadi sudah dikasih tanah di samping jalan, kemarin juga sudah dipompa. Tapi masih sama, air malah penuh sejak Jumat dan sekarang (kemarin, Red) malah lebih tinggi,’’ papar dia.

Senada Mastur Hadi warga lainnya, menilai banjir yang terjadi di underpass membuat akses warga sekitar menjadi terganggu. ’’Masih bisa dilewati, tapi kita pakai inisiatif sepeda motor lewat trotoar. Di sampingnya kita pasang semacam tanggul dari karung, biar pejalan kaki atau pengendara yang lewat tidak jatuh ke kubangan air,’’ sahutnya.

Dia menyebut, kondisi terowongan yang lebih rendah dari jalan, semakin membuat area sekitar jadi genangan air. Sementara saluran jalan tol, kini tidak bisa berfungsi optimal. Mengingat air sudah penuh di area kanan dan kiri jalan tol. ’’Sebab terlalu banyak air yang meluap ke sawah. Jadi sekarang airnya susah keluar,’’ bebernya.

Dia berharap, penanganan segera dilakukan. ’’Kalau bisa segera dibenahi atau ditinggikan, dan disamakan jalan terowongan dengan trotoar. Supaya tidak banjir terus,’’ harapnya.

Sebab persoalan seperti ini tak hanya terjadi sekali. Tahun lalu juga demikian. ’’Mudah-mudahan ada solusi dari pemerintah segera mengatasi penyebab banjir ini. Karena setiap musim hujan pasti seperti ini, tahun-tahun kemarin ketika ada luapan air, larinya pasti ke terowongan,’’ pungkas Mastur.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP