alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Nikmatilah Hidup Ini

10 Januari 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Petrus Harianto STh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Petrus Harianto STh

Share this      

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya menikmati hidup.

’’Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian,’’ tuturnya mengutip Lukas 12:23.

Banyak yang menggerutu dan kecewa dengan keadaan yang tengah dialami. Sebab banyak aspek kehidupan yang membuat merasa tidak puas yang akhirnya membuat kita melupakan pemberian Tuhan yang sangat berharga, yakni kehidupan itu sendiri!

Sebuah ilustrasi berikut ini mungkin dapat kita jadikan perenungan agar kita tidak lagi terlalu mempersoalkan tentang cara Tuhan "mengemas" kehidupan masing-masing kita. Suatu saat beberapa alumni dari sebuah universitas mengadakan reuni dan mereka sepakat untuk mengunjungi mantan dosen mereka yang kini sudah berusia sangat lanjut.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan tentang banyak hal. Di antaranya menyangkut apa yang mereka masing-masing kerjakan. Para alumni itu mengungkapkan keluhan serta komplain mengenai pekerjaan dan juga kehidupan mereka.

Sang dosen pun segera ke dapur dan kembali dengan membawa seteko kopi panas beserta sebuah nampan yang di atasnya terdapat beberapa cangkir yang bentuknya berbeda satu dengan lainnya.

Ada cangkir yang terbuat dari kaca, ada kristal, ada melamin, dan ada yang plastik. Beberapa diantara cangkir itu nampak sangat indah dan terkesan mahal harganya, tetapi ada beberapa yang bentuknya biasa saja serta terbuat dari bahan murah.

Sang dosen itu pun segera mempersilahkan para mantan muridnya untuk mengambil cangkir tersebut dan menuangkan kopinya sendiri. Setelah masing-masing memegang cangkir berisi kopi, sang dosen pun berkata.

’’Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir-cangkir yang bagus dan yang sekarang tertinggal di nampan ini hanyalah cangkir-cangkir  murah dan tidak begitu menarik,”.

Memilih yang terbaik adalah suatu hal yang memang normal, tetapi sesungguhnya justru disitulah pokok persoalannya. Ketika kalian tidak mendapat cangkir yang bagus, perasaan kalian menjadi terganggu dan kalian mulai melirik pada cangkir yang dipegang orang lain serta mulai membandingkan dengan cangkir yang kalian pegang.

Inilah letak kesalahannya, kalian hanya terfokus pada cangkir tersebut. Padahal yang ingin kalian nikmati bukanlah cangkirnya, tetapi kopinya?’’

Kopi dalam ilustrasi ini adalah kehidupan kita dan cangkirnya adalah pekerjaan kita, jabatan, uang serta posisi yang kita miliki. Jangan pernah membiarkan cangkir yang sesungguhnya hanyalah wadah dari kopi itu memengaruhi kopi yang akan kita nikmati! Pekerjaan, jabatan atau status sosial, baik di tempat bekerja maupun di masyarakat hanyalah merupakan wadah yang seharusnya tidak memengaruhi kualitas kehidupan kita!

Orang lain boleh saja menaruh kopi itu di dalam cangkir kristal yang indah dan mahal harganya. Tetapi ingatlah, belum tentu mereka dapat merasakan kenikmatan dari kopi tersebut.

Dalam artian, ada sebagian orang yang menurut penglihatan jasmaniah mungkin sangat beruntung dan berbahagia, namun belum tentu mereka dapat menikmati indahnya karunia kehidupan yang Tuhan berikan?

Hargai dan syukuri hidup ini. Bagaimana pun cara Tuhan mengemasnya, nikmatilah hidup ini! Berterimakasihlah kepada Tuhan atas anugerah kehidupan yang sudah diberikanNya. ’’Kebahagiaan hidup bukan ditentukan dari luar diri kita, tetapi ditentukan oleh faktor dalam diri kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP