alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Tito Resmi Ditahan Kejaksaan Terkait Dana Hibah KONI

09 Januari 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DITAHAN: Tito Kadar Isman saat akan dibawa ke Lapas Jombang dengan mobil tahanan kejaksaan (8/1) kemarin.

DITAHAN: Tito Kadar Isman saat akan dibawa ke Lapas Jombang dengan mobil tahanan kejaksaan (8/1) kemarin. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang akhirnya menahan Tito Kadar Isman, tersangka kasus dana hibah KONI Jombang. Penahanan ketua umum KONI periode 2017-2021 dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Jombang.

"Jadi mulai hari ini (kemarin, Red) kami sudah melakukan penahanan kepada tersangka atas nama TKI selaku ketua KONI," ucap Kajari Jombang, Yulius Sigit Kristanto (8/1) kemarin.

Pantauan di lokasi, usai salat Jumat, Tito terlihat mendatangi kantor Kejari Jombang di Jl KH Wahid Hasyim. Mantan ketua umum KONI Jombang nampak mengenakan kemeja batik lengan panjang.

Setibanya di kantor kejaksaan, dia langsung menuju ruang penyidik. Sekitar pukul 14.00, sejumlah petugas kejaksaan terlihat menyiapkan kendaraan di halaman kantor kejaksaan. Tak lama, Tito keluar dari ruangan didampingi sejumlah petugas.

Saat keluar gedung Kejari Jombang, Tito nampak lebih banyak diam. Petugas selanjutnya menggiring Tito masuk ke mobil pengantar tahanan bernopol S 582 WP yang sudah menantinya di halaman.

Setelahnya mobil tahanan kejaksaan membawa Tito menuju lapas Klas II B Jombang yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari kantor kejaksaan. ”Selama 20 hari ke depan kita lakukan penahanan, tujuannya untuk mempercepat proses pelimpahan pengadilan,” tandas Sigit.

Sigit juga menyebut, lima saksi yang sebelumnya sempat tak bisa menghadiri pemanggilan juga sudah dimintai keterangannya dalam seminggu terakhir. "Sehingga menurut kami memang keterangan kita anggap sudah lengkap lah ya," tambahnya

Kajari juga menyebut, hingga kemarin, total kerugian negara yang bisa ditemukan penyidik dalam tiga tahun hibah KONI Jombang sebesar Rp 275 juta. Seluruh kebocoran dana itu didapat dari bagian kesekretariatan.

"KONI ada dua, anggaran sekretariat dan cabor. Kita fokus dulu ke yang sekretariat, nanti cabor ini alat buktinya kita panggil dulu kembali, apakah kita temukan alat bukti atau tidak, nanti lihat perkembangan. Kita tidak boleh bicara asumsi, karena penyidikan bicara alat bukti,” tegas mantan Kajari Labuan Bajo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang menetapkan Tito Kadar Isman, Ketua Umum KONI Jombang 2017-2021 menjadi tersangka kasus dana hibah KONI. ”Berdasarkan hasil ekspose Senin (7/12/2020), Kejari Jombang menetapkan TKI  selaku Ketua KONI sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI tahun 2017 sampai 2019,” terang Yulius Sigit Kristanto, Kepala Kejari Jombang (8/12).

Penetapan Tito menjadi tersangka, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti dalam penyidikan selama tiga bulan terakhir. ”Ada 25 saksi yang sudah kita periksa. Dari pengakuan mereka memang seluruhnya mengerucut kepada si ketua KONI ini. Dia bertugas sebagai penanggungjawab dalam anggaran itu,” lanjutnya.

Penyidik menemukan indikasi kerugian Negara sekitar Rp 270 juta dari tiga tahun anggaran hibah Pemkab Jombang yang diterima KONI.

Akibat perbuatannya itu, Tito dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. ”Kita sangkakan pasal 2 ayat 1, jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU RI nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU RI nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegas Sigit.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP