alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Hampir Seminggu Banjir Belum Surut, 80 Hektare Padi Rusak

07 Januari 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Banjir belum surut di wilayah Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben.

Banjir belum surut di wilayah Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben.

Share this      

JOMBANG – Banjir yang melanda Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang belum sepenuhnya surut. Sedikitnya 20 rumah warga masih terendam hingga Rabu kemarin (6/1). Areal pertanian seluas 80 hektare hampir seminggu kebanjiran.

Sustiyo Budiyanto Kepala Dusun Beluk, menerangkan banjir di hari keenam masih melanda. Masih ada genangan tetapi sampai pagi (kemarin, Red) tidak seberapa. Air mulai surut. Untuk jalan raya setempat masih tergenangi air. Sepanjang 150 meter air menggenangi jalan utama antara Kabupaten Jombang dengan Kabupaten Mojokerto.

’’Ketinggian sekitar 30 sentimeter,’’ sebutnya. Meski berangsur surut, puluhan rumah warga masih terdampak. Sedikitnya, berdasar data sementara yang dia kantongi, ada 20 rumah masih terendam. ’’Dengan ketinggian air di dalam sekitar 10 sentimeter,’’ tutur Sustiyo.

Tidak hanya berdampak ke permukiman, lanjut dia, lahan pertanian juga sampai sekarang masih kebanjiran. ’’Ada 80 hektare sejak Minggu terkena banjir,’’ terang dia. Melihat kondisi itu diperkirakan tanaman rusak dan bakal mati karena saking lamanya terendam air.

’’Padi semua baru tanam, sudah hampir satu minggu terendam banjir. Tanamannya bisa mati,’’ papar Sustiyo. Untuk penanganan sudah dilakukan pemkab. Yakni di screen Siphon Watudakon. ’’Perkembangan terakhir tadi pagi sudah kontak pemkab, harus ada kesepakatan penanganan di filter Sipon,’’ pungkas dia.

Terpisah, Miftahul Ulum Kepala Dinas PUPR Jombang, melalui Imam Bustomi Kabid Sumber Daya Air (SDA), menjelaskan penanganan sudah dilakukan. ’’Artinya kemarin di filter bangunan baru ternyata banyak sampah yang nyangkut,’’ katanya.

Menurut dia, fungsi filter sudah sesuai. Hanya saja, melihat realita di lapangan masih perlu dievaluasi. Terkiat besaran jeruji. “Kayaknya terlalu kecil, sehingga ketika ada sampah kecil seperti popok bayi, ikut nyangkut,’’ imbuh dia.

Akhirnya aliran Avforu Watudakon menuju Siphon tak lancar. Air malah sulit mengalir. Upaya pembersihan juga sudah dilakukan “Kami sudah koordinasi dengan PPK ini nanti seperti apa,” pungkas Bustomi.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP