alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Masih Pendalaman, Tunggu Hasil Otopsi

Terkait Kasus Penganiayaan Hingga Tewas

06 Januari 2021, 08: 55: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

SEPI: Polisi memasang garis polisi di salah satu rumah warga terkait tewasnya pemuda di malam peringatan tahun baru.

SEPI: Polisi memasang garis polisi di salah satu rumah warga terkait tewasnya pemuda di malam peringatan tahun baru.

Share this      

JOMBANG – Berkas penyidikan kasus penganiayaan warga Desa Sumberagung sampai tewas, masih berproses. Meski sudah ditetapkan tiga tersangka. Namun masih diperlukan pendalaman kasus serta menunggu hasil otopsi keluar.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jombang Ipda Aspio Tri Utomo, menyebut belum bisa membeber secara detil hasil otopsi korban. Termasuk penyebab pasti kematian korban dari hasil pemeriksaan dokter.

“Untuk hasil otopsi kita belum dapat, jadi belum bisa cerita banyak, tapi kalau dugaannya ya karena benturan kepala waktu dihajar,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Pihaknya terus melakukan pemeriksaan kepada tersangka dan saksi. Pemeriksaan itu untuk memperkuat keterangan dan pendalaman kasus. Sehingga berkas penyidikan juga belum dikirim ke Kejari Jombang. “Sampai nanti dinyatakan cukup, baru akan dikirim ke jaksa,” lanjut dia.

Meski masih melakukan pendalaman, Aspio memastikan hingga kemarin belum ada penambahan tersangka maupun saksi baru yang diambil polisi. “Empat teman korban lainnya yang berangkat dari Peterongan statusnya masih saksi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Slamet Kuncoro, 22, warga Dusun Besuk Agung, Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang tewas dengan sejumlah luka di rumah tetangganya sendiri. Ia tewas, setelah dianiaya tiga tersangka di malam pergantian tahun baru.

Penganiayaan itu, dipicu unggahan foto ke media sosial. Saat itu, ia mengunggah foto dengan memakai kaos identitas salah satu perguruan, meski tak pernah ikut di dalamnya.

Ia kemudian dipanggil ke Mojokrapak untuk meminta maaf. Namun setelah menandatangani surat pernyataan permintaan maaf, ia justru dipaksa berduel dengan salah seorang tersangka yang notabene pelatih.

Akibat kejadian itu, polisi menetapkan tiga pesilat yakni Awaludin Jamil, 26, AS, 19 dan MKR, 18 sebagai tersangka. Ketiganya kini ditahan di Mapolres Jombang.

Jamil sebagai pelaku utama dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP, sementara dua anak buahnya dijerat dengan pasal 351 ayat (3) jo pasal 55 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP