alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Saat Ratusan Nakes Beri Penghomatan Terakhir kepada Udin Prasetyo

Diringi Isak Tangis saat Salat Jenazah

06 Januari 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

GUGUR: Ratusan nakes menggelar salat jenazah di halaman RSUD Jombang.

GUGUR: Ratusan nakes menggelar salat jenazah di halaman RSUD Jombang. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

TUGAS menjadi garda terdepan melawan Covid-19 bukanlah hal mudah. Selain memorsir tenaga dan fikiran, para tenaga kesehatan (nakes) pun dihadapkan dengan risiko penularan wabah. Salah satunya menimpa beberapa nakes di RSUD Jombang yang gugur akibat terpapar Covid-19. Tak pelak kepergian mereka menyisakan duka yang mendalam, seperti apa?

ANGGI FRIDIANTO, Jombang

SUDAH hampir sepuluh bulan lamanya tenaga kesehatan harus berjuang di garda terdepan melawan wabah Korona. Berhadapan dengan virus yang mematikan, selain memorsir tenaga, para nakes pun dituntut harus ekstra waspada. Tak ayal, mereka pun harus rela berjam-jam mengenakan alat pelindung diri (APD) Lengkap yang bisa jadi membuat hari-hari mereka kurang nyaman.

Beberapa pejuang kesehatan pun satu-persatu mulai berguguran. Salah satunya Udin Prasetyo, 39, salah satu nakes yang seharinya bertugas sebagai perawat di IGD RSUD Jombang.

Dia dinyatakan meninggal dunia setelah sempat berjuang melawan virus korona yang menjangkiti tubuhnya. Kepergian bapak tiga anak ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga juga sesama pejuang kesehatan.

Kemarin, puluhan rekan tenaga kesehatan sudah berkumpul di Instalansi Forensik RSUD Jombang sejak pukul 06.00 kemarin. Isak tangis terdengar lirih dari beberapa sudut di gedung yang terletak di Jl Jaya Negara tersebut. Ya, mereka hadir untuk memberikan penghormatan terakhir bagi pejuang kesehatan yang gugur. ”Kami merasa sangat kehilangan,’’ celetuk Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jombang, Nasrulloh dilokasi.

 Setengah jam berlalu, mobil BPBD nopol S 8057 WP dan ambulans pelat S 1016 WP tiba di lokasi untuk membawa jenazah nakes tersebut. Sejumlah petugas ber-APD lengkap kemudian keluar dari ruang forensik sembari membawa peti jenazah yang dilapisi plastik transparan. ”Mereka yang datang kesini atas inisiatif pribadi untuk memberikan penghormatan kepada almarhum,’’ tambahnya.

Setelah dimasukkan mobil ambulans, jenazah kemudian dibawa ke halaman RSUD Jombang untuk dilakukan penghormatan terakhir. Di  sana, sudah ada ratusan dokter, perawat dan rekan sejawatnya yang menunggu kedatangan jenazah. Begitu tiba dilokasi, Nasrulloh langsung memimpin salat jenazah di halaman parkir RSUD Jombang.

”Kita pilih di halaman RSUD Jombang karena halaman lebih luas. Kalau di IGD forensik, di sana sempit,’’ terangnya.

Nasrulloh menambahkan, kejadian ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, tenaga kesehatan bernama Kasyanto juga meninggal positif Covid-19. Dia menyebut, akhir-akhir ini banyak nakes yang tumbang terpapar Covid-19. ”Kemarin memang ada sebanyak 16 nakes di IGD RSUD Jombang yang terpapar Covid-19,’’ jelas dia.

Diakui Nasrulloh, sebagai pejuang garda terdepan penanganan Covid-19, mereka sangat rentan terhadap penularan Covid-19. Meskipun di tempat kerja protokol kesehatan dijalankan penuh, namun pihaknya tidak bisa memastikan saat mereka berada di lingkungan tempat mereka tinggal.

”Kita sudah berupaya sebaik mungkin, bahkan di tempat kita kerja kita berikan sanksi bagi mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan,’’ papar dia. 

Sebagai bentuk kepedulian, pihaknya juga berupa mengajukan santunan ke DPP PPNI pusat dan juga Kemenkes. Namun hal tersebut tentu membutuhkan proses. ”Seperti mas Kasyanto kemarin kita ajukan. Begitupula untuk mas Udin juga kita ajukan,’’ pungkasnya.

Pantauan dilokasi, suasana haru mewarnai acara penghormatan terakhir tersebut. Sejumlah perawat tak kuat menahan isak tangis melepas kepergian bapak anak tiga itu. Bahkan, rintik hujan pagi itu seolah tak membuat nakes yang berjajar dibelakang mobil ambulans beranjak kaki.

Jeritan sejumlah nakes yang menyebut nama Udin pun membuat sejumlah pengunjung di RSUD Jombang ikut menundukan kepala sejenak. Tepat pukul 07.30 iringan iringan ambulans meninggalkan gerbang RSUD Jombang.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP