alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Usai Disidak, Kegiatan Produksi Berhenti

Polemik Pabrik Pengolahan Bulu Ayam Plandaan

04 Januari 2021, 09: 24: 03 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pabrik pengolahan bulu ayam yang bermasalah di Dusun Jambe, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan

Pabrik pengolahan bulu ayam yang bermasalah di Dusun Jambe, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan

Share this      

JOMBANG – Setelah didatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP Kabupaten Jombang, pabrik pengolahan bulu ayam bermasalah di Dusun Jambe, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan menghentikan kegiatan produksinya.

Sukamad, warga sekitar mengatakan,  usai didatangi petugas dari DLH dan Satpol PP, saat ini pihak pabrik sudah menghentikan kegiatannya. ”Setelah didatangi produksi langsung berhenti. Ya kemungkinan memang ada masalah,” ujarnya Kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Menurut informasi yang dirinya dapat, pihak pabrik juga harus menyerahkan dokumen-dokumen perizinannya. Dirinya juga menduga proses perizinan pabrik memang masih belum diselesaikan. ”Dokumen-dokumen juga diminta kok,” katanya.

Hakim Dwi Pamungkas Humas PT Sayap Emas saat dikonfirmasi mengatakan, untuk kegiatan produksi memang sementara dihentikan. ”Sudah berhenti operasi sejak Rabu (30/12) minggu kemarin. Ini juga libur akhir tahun,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia mengungkapkan, tidak hanya libur akhir tahun, pihaknya mengaku saat ini sedang memperbaiki sistem akibat munculnya bau yang dikeluhkan masyarakat sekitar. ”Untuk bau sudah bisa kami atasi,” katanya.

Sedangkan, rekomendasi untuk dibangun IPAL, pihaknya mengaku berusaha untuk memenuhi. Hanya saja, untuk membangun IPAL membutuhkan waktu yang tidak sedikit. ”Ya produksi sambil membangun. Karena itu juga tidak bisa langsung,” pungkas Hakim.

Seperti diberitakan sebelumnya, keluhan warga terkait dampak kegiatan pabrik pengolahan bulu ayam ditindaklanjuti Pemkab Jombang. Dari hasil sidak, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang menemukan masalah terkait pembuangan limbah.

Abdul Qudus Pelaksan tugas (Plt) Kepala DLH Jombang melalui Yuli Inayati Kabid Wasdal Gakkum menerangkan, hasil sidak ke lokasi pabrik, ada temuan terkait tempat pembuangan limbah yang tak memiliki IPAL.

’’Jadi awalnya mereka menggunakan cerobong asap, karena mungkin menimbulkan bau, mereka akhirnya memodifikasi dengan mengalirkan uap proses pemanasan atau oven itu. Penguapan itu dialirkan ke bak tandon air, tujuannya uap lari ke air. Justru ini yang menjadi temuan kami,’’ kata Yuli dikonfirmasi Rabu (30/12) kemarin.

(jo/yan/jif/JPR)

 TOP