alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget
Melihat Budidaya Ikan Patin

Perawatannya Mudah, Disuka karena Kaya Nutrisi

03 Januari 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TINGGI PROTEIN: Ikan patin inidipanen setiap hari karena dijual secara ecer.

TINGGI PROTEIN: Ikan patin inidipanen setiap hari karena dijual secara ecer. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Selain menjanjikan, budidaya patin juga tak terlalu sulit. Ikan patin ini kaya nutrisi, baik tinggi protein maupun asam amino esensial. Tak heran, jika dalam satu bulan, sebanyak 7 ton patin ludes terjual. Seperti apa?

WENNY ROSALINA, Megaluh

SALAH satu pembudidaya ikan patin adalah Abdul Mutholib, warga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. ”Tujuh ton ini terlalu sedikit, seharusnya lebih karena usia patin sudah besar,” ungkapnya kepada koran ini kemarin.

Ya, budidaya ikan patin ini memang menjanjikan. Hanya saja, di masa pandemi, petani patin sedikit kebingungan mencari pembeli. Termasuk dirinya yang sudah memiliki pelanggan tetap, salah satu pabrik di Surabaya. Sebab, pabrik enggan membeli ikan dengan alasan masih terimbas  pandemi.

Akibatnya, puluhan ton ikan patin harus dijual secara ecer. Beli satu atau dua kilogram pun ia layani. Selain perorangan, beberapa tengkulak ikan juga membelinya dengan jumlah cukup banyak. ”Lumayan kalau yang kulak ke sini, setor ke pasar-pasar, ambil 2 kwintal, kadang juga 3,5 kwintal. Tapi ya tidak setiap hari,” jelasnya.

Ia bercerita, ada tengkulak yang mengambil di tempatnya dua hari sekali. Ada juga yang setiap hari, tapi dengan jumlah kecil. Beruntungnya, masa panen yang dirasakannya ini mendekati tahun baru. Sehingga banyak ikannya terjual untuk perayaan tahun baru.

”Ada tetangga sekitar yang juga bantu menjualkan, lumayan, sehari terkadang 30 kilo. Tahun baru ini banyak digunakan untuk bakar-bakar,” jelas Abdul lagi. Semua dilayani. Maklum, dia memang memiliki empat kolam yang semua diisi ikan patin.

Ikan patin dipilih karena cara perawatannya mudah. Bermula dari saudaranya yang juga budidaya ikan dan sudah memiliki pelanggan tetap. Sekitar 2016, Abdul meneruskan budidaya ikan ini sampai sekarang. Usahanya berjalan lancar. Empat kolam yang berisi kurang lebih 20 ton patin ludes terjual. ”Pandemi ini pabrik tidak mau ambil,” jelasnya.

Lebih jauh ia menyampaikan perawatan ikan patin yang tidak terlalu rewel. Abdul sendiri, sebar bibit berkuran 4-7 sentimeter. Satu kolam ada yang berisi 9.000 ekor. Ada pula yang berisi 11.000 bibit. Kemudian ia rawat dan beri makan setiap hari. Patin memerlukan pergantian air jika air kotor, hanya saja itu tidak dilakukan setiap hari. Kurang lebih dua minggu sekali.

”Kalaupun dua minggu tidak diganti tidak terlalu bermasalah, karena patin cukup kebal,” jelasnya. Usia 7 bulan, patin sudah siap panen. Hanya saja, jika tidak dipanen sekaligus, patin bisa kurus. Itu karena tengkulak yang datang, tidak ingin patin-patin terlalu banyak makan sebelum dibeli. ”Jadi patinnya kurus, apalagi setiap hari ada yang keluar masuk kolam, jadi kurang bagus untuk patin,” imbuhnya.

Untuk harga, menurut Abdul sama saja antara diambil pabrik atau dijual secara ecer. Ia menjual antara Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogram. ”Biasanya dijual lagi sampai Rp 20 ribu,” rinci dia.

Patin miliknya diberi makan dua kali sehari. Pagi pukul 07.00 dan sore pukul 15.30. ”Kalau sudah besar, kebutuhan makannya juga besar, satu hari habis 10 sak pakan,” ungkap Abdul. 

Kemarin, dia memanen 30 kilogram patin. Satu ekor patin besar, bobotnya antara 1,5 kilo sampai 2 kilogram. Hanya saja, berat itu tak masuk dalam kategori bagus. Pabrik yang biasanya datang membeli, biasanya hanya ingin patin dengan berat 7 ons-12 ons.

Selebihnya, dia jual secara ecer. ”Tapi karena sekarang semua jual ecer, ya seadanya. Apalagi patin sudah usia 8,5 bulan, jadi semakin besar, Cuma sedikit kurus saja,” jelasnya.

Ia pun berharap, tahun depan pandemi berakhir. Sehingga patin-patin yang akan ia ternak berikutnya bisa lancar terjual seperti sebelumnya. ”Mungkin rencana patin lagi, tapi mungkin juga gurami dan nila,” pungkas Abdul.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP